Share

Parah Banyak Wanita Ogah Punya Anak, Nasib Sekolah di Hong Kong Mengenaskan!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Minggu 21 Mei 2023 08:06 WIB
$detail['images_title']
Wanita ogah punya anak (Foto: Youtube)

MENYUSUL Jepang dan Korea, kini Hong Kong tengah dilanda krisis kelahiran anak akibatnya banyak sekolah terancam ditutup. Hal ini tidak lepas dari adanya penolakan dari kaum wanita di sana yang menolak memiliki anak.

Dikutip dari Channel News Today (CNA), bukan hanya prasekolah dan taman kanak-kanak yang sudah ditutup. Setelah sekolah dasar, sekolah menengah akan terkena pukulan, berikutnya ratusan guru juga dapat diberhentikan.

 bayi

Hingga dampak pada perguruan tinggi, tenaga kerja dan sektor kunci ekonomi kota akan mengikuti.

"Kami melihatnya datang pada 2018, tetapi kami gagal melakukan persiapan untuk mengadapi hal itu akan tiba," kata Paul Yip Siu-fai, Ketua Professor Kesehatan Populasi di Departemen Pekerjaan Sosial dan Administrasi Universitas Hong Kong, dikutip dari CNA.

Bahkan penolakan itu dikatakan oleh salah satu warga Hongkong, Ah Ying (34) yang menikah tiga tahun lalu. Sang suami terbuka untuk memiliki anak, namun tidak dengannya.

Sejatinya banyak faktor yang membuat wanita ogah punya anak. Antara lain, seperti aturan yang baru di kota tersebut.

Kemudian adanya kekhawatiran cuci otak terkait patriotisme dan budaya kompetitif yang ditanam sejak balita, sampai tingkat kemampuan orang tua dalam membiayai anaknya.

"Anak-anak zaman sekarang diharapkan belajar banyak hal, mengikuti banyak kursus dan menjalani wawancara (untuk masuk ke sekolah bagus),” kata Ah Ying.

“Ini bukan hanya tentang tekanan emosional, tapi juga beban keuangan. Jika saya tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya, mungkin sebaiknya saya tidak melahirkan sama sekali,” jelasnya.

Hal paling mengejutkan, ialah pada akhirnya mereka memutuskan mengadopsi seekor kucing tahun lalu dan menganggapnya sebagai anggota keluarga. Mereka berhenti berbicara tentang bayi.

 BACA JUGA:

Perubahan sikap ini juga disampaikan oleh Yip, kalau semakin banyak wanita muda dan menikah kemudian menolak punya anak.

 BACA JUGA:

Follow Berita Okezone di Google News

"Generasi muda tidak lagi membeli konsep membawa nama keluarga,” kata Yip telah melacak angka kelahiran Hong Kong selama beberapa dekade.

Mereka tidak lagi menyebut diri mereka 'tanpa anak' tetapi 'tanpa anak dan melihatnya secara yakin', itu jadi menandakan lebih banyak masalah di masa depan.

"Kami tak membutuhkan bayi, kamu punya kucing," jelas Yip.

Sekadar informasi, jumlah bayi yang lahir turun berturut-turut selama lima tahun belakangan dari 2018. Hanya sekitar 32.500 tahun lalu bayi lahir dan masuk ke rekor terendah di sana.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.