Share

Atasi Kanker, 700 Lebih Dokter Spesialis Hadiri Oncology Summit

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Sabtu 20 Mei 2023 11:31 WIB
$detail['images_title']
Mengobati kanker (Foto: Caicl)

KANKER merupakan penyakit yang tak boleh diabaikan sebab kanker sudah banyak menelan korban. Oleh karena itu, dalam rangka mengurangi dan mengatasi kanker maka diselenggarakan acara Oncology Summit 19 Mei hingga 20 Mei 2023 dan dibuka oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP dan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM.

Oncology Summit sendiri dihadiri oleh lebih dari 700 spesialis, sub-spesialis, dokter, maupun tenaga medis di seluruh Indonesia baik secara online maupun offline. Simposium melakukan pembahasan terhadap beberapa jenis kanker yang paling umum ditemukan, yakni kanker paru-paru, mylenoma, tumor otak, onkologi ginekologi, kanker pankreas, kanker payudara, kanker prostat.

 kanker

Acara Oncology Summit juga menghadirkan lebih dari 70 spesialis dan sub-spesialis kanker ternama di Indonesia sebagai narasumber dan turut mengundang Prof. William Hwang, MBBS, M. Med, FRCP, FAMS dari Singhealth dan Prof. Pierce Chow MBBS, M. Med, FAMS, FRCS, PhD, Senior Consultant dari National Cancer Center Singapore (NCCS) sebagai pembicara.

Menurut World Health Organization, kanker merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan hampir 10 juta kematian terjadi pada tahun 2020.

Menurut data Kemenkes RI tahun 2022, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia adalah sebesar 136 orang per 100.000 penduduk atau berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara. Oleh karena itu jika da benjolan di tubuh seperti di payudara tidak boleh dianggap sepele. Apalagi meyakini bahwa benjolan tersebut bisa kempes dengan berjalannya waktu.

Sebab, benjolan di payudara bisa saja tumor yang dapat bertumbuh menjadi kanker. Oleh karena itu, disarankan segera periksa ke dokter bisa saat meraba payudara sendiri ditemukan adanya benjolan.

"Kanker itu punya sifat bertumbuh dengan cepat sekali. Kami sebutnya 'doubling time' yang sangat cepat," papar Dokter Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, Direktur MRCCC.

Ia melanjutkan, karena sifat sel kanker itu tumbuh dengan sangat cepat, pasien kanker bertaruh dengan detik. Karena itu, jika ditemukan benjolan di payudara, segera periksa.

 BACA JUGA:

"Makanya, bukan hal yang tidak mungkin perempuan yang menemukan ada benjolan di payudara, 2 sampai 3 bulan berikutnya sudah stadium 3 bahkan 4. Segitu cepatnya kanker tumbuh di tubuh," ujarnya.

"Melalui rangkaian acara Oncology Summit ini kami berharap dapat menutup kesenjangan dalam kompetensi tenaga medis di Indonesia. Kami mengajak semua pihak agar dapat mengambil peran dan langkah untuk memastikan gap atau kesenjangan terhadap penanggulangan kanker dapat ditutup sehingga setiap individu bisa mengakses layanan kanker serta mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan, kapan pun dan di mana pun mereka berada,” tambah Dokter Adityawati.

 BACA JUGA:

Follow Berita Okezone di Google News

Nah, seiring dengan bertambahnya kasus kanker di Indonesia yang semakin kompleks, pendekatan multidisiplin dari berbagai macam spesialis yang terkoordinasi diperlukan untuk menghasilkan prognosis optimal yang berfokus pada kesembuhan pasien dan didukung oleh talenta medis dari beragam spesialisasi dan sub-spesialisasi, teknologi, serta infrastruktur.

Pengobatan kanker sendiri semakin ditingkatkan untuk menuju pengobatan yang bersifat personalized berdasarkan jenis dan mutasi gen kanker.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.