Share

Ibu Hamil Positif Covid-19, 2 Bayi Alami Kerusakan Otak

Diva Daniswara, Jurnalis · Rabu 12 April 2023 09:00 WIB
$detail['images_title']
ibu hamil positif Covid-19, (Foto: Freepik)

DAMPAK infeksi Covid-19 ternyata bukan hanya dapat mempengaruhi kesehatan orang yang terinfeksi, tapi juga pihak kedua yang berkaitan secara langsung.

Dalam kasus ini, ialah ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 saat masih mengandung. Diketahui menjadi kasus pertama bayi yang lahir dengan kerusakan otak akibat virus Covid-19 masuk ke plasenta ibu semasa kehamilan.

Menurut hasil studi Universitas Miami yang diterbitkan dalam Jurnal Pediatrics, dilansir dari New York Post, Rabu (12/4/2023) didapati bahwa ada dua bayi yang mengalami kerusakan otak (brain damage) karena lahir dari ibu muda yang positif terinfeksi Covid-19 selama trimester kedua kehamilan, tepatnya ketika penyebaran varian Delta mencapai puncaknya pada 2021 sekaligus periode sebelum tersedianya vaksin Covid-19.

Penelitian ini adalah bukti langsung pertama dari virus dalam plasenta ibu ke otak bayi.

“Ini adalah kali pertama kami bisa menunjukkan virus dalam organ janin dengan penyebaran transplasental,” kata Dr. Michael Paidas, ketua obstetri dan ginekologi di Universitas Miami.

Follow Berita Okezone di Google News

Kedua bayi dilaporkan mengalami kejang dan kemudian mengalami keterlambatan perkembangan yang signifikan. Bahkan, salah satu bayi meninggal dunia pada usia 13 bulan, sementara satu bayi lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Dr. Merline Benny, Ahli neonatologis dan asisten professor di Universitas Miami, walau kedua bayi itu tidak positif terinfeksi virus, tetapi keduanya punya tingkat antibodi Covid-19 yang tinggi di dalam darahnya masing-masing.

Kondisi ini memperlihatkan, adanya kemungkinan virus penyebab Covid-19 berpindah dari sang ibu ke plasenta dan kemudian masuk ke bayi yang dikandung. Mengingat, tim peneliti, menurut keterangan Dr. Merline, diketahui menemukan bukti adanya virus dalam plasenta kedua ibu dari dua bayi tersebut.

Setelah otopsi dilakukan, terungkap bahwa ada jejak Covid-19 di otak bayi, yang menunjukkan bahwa infeksi langsung menyebabkan kerusakan (otak) tersebut.

Kedua ibu hamil yang positif Covid-19 ini, hadir dengan dua kondisi berbeda. Satu ibu hanya bergejala ringan dan melahirkan bayinya sampai cukup bulan, sementara satu ibu hamil lainnya saat terinfeksi Covid-19 diketahui sampai sakit parah, sehingga dokter harus memutuskan bahwa ia harus melahirkan bayinya pada usia kehamilan 32 minggu.

Meskipun kondisi seperti ini diduga sangat langka, menurut Dr. Shahnaz Duara, dokter kandungan dan obstetri di Universitas Miami, tetap penting untuk wanita hamil yang terinfeksi Covid-19 selama kehamilan harus berkonsultasi dengan dokter anaknya, untuk memperhatikan keterlambatan perkembangan yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk terlihat.

Selain virus SARS-Cov2 penyebab Covid-19, dilaporkan NBC News, virus Cytomegalovirus, Rubella, HIV, dan Zika disebut sebagai sederet virus lain yang juga bisa menyebabkan kerusakan otak pada janin.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.