Share

Digigit Hewan Paling Beracun di Dunia, Wanita Ini Alhamdulillah Tetap Hidup!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 30 Maret 2023 15:23 WIB
$detail['images_title']
Gurita cincin biru (Foto: Beachsafe)

TERNYATA gurita cincin biru punya racun yang luar biasa, hewan satu ini diketahui punya racun saraf 1.000 kali lebih kuat daripada sianida. Tak ayal menjadikan gurita cincin biru menjadi sebagai hewan paling beracun di dunia.

Namun racun saraf yang lebih kuat daripada sianida tersebut tidak membuat untuk mengakhiri hidup seorang wanita asal Australia. Wanita yang tak disebutkan identitasnya itu, dilaporkan berhasil selamat meski telah digigit gurita cincin biru berkali-kali.

 gurita cincin biru

Kronologi berawal, ketika pada awal Maret wanita tersebut sedang asyik berlibur di pantai New South Wales untuk berenang. Ketika berenang, ia tak sengaja menemukan cangkang kerang.

Rupanya di cangkang kerang itu menempel gurita cincin biru yang sangat beracun, Cephalopoda yang memang punya bentuk fisik sangat menggemaskan. Gurita cincin biru tersebut kemudian jatuh ke perut sang wanita, lalu menggigit perutnya dua kali, gigitan yang membuat sang wanita sempat tumbang.

Berupaya menyelamatkan sang wanita, paramedis langsung memberikan tekanan dan kompres dingin pada gigitan dan membawa wanita itu ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

 BACA JUGA:

Inspektur Paramedis, Christian Holmes mengaku terharu melihat wanita malang bisa berhasil lolos dari maut, padahal sudah digigit hewan beracun itu berkali-kali.

 BACA JUGA:

"Gigitan gurita cincin biru sangat berbisa, racunnya 1.000 kali lebih kuat daripada sianida dan cukup kuat untuk membunuh 26 orang manusia dalam hitungan menit,” tulis Christian di akun laman Facebook miliknya, dikutip dari IFL Science.

Follow Berita Okezone di Google News

Bisa racun berkekuatan dahsyat yang disebut tetrodotoxin pada gurita cincin biru, juga bisa ditemukan pada beberapa spesies ikan, seperti ikan buntal, serta beberapa amfibi, dan kerang. Racun ini adalah neurotoxin kuat yang diproduksi oleh bakteri simbiotik di kelenjar ludah hewan.

Setelah manusia atau hewan predator digigit oleh gurita cincin biru, racunnya memblokir sinyal saraf di tubuh, lalu mengakibatkan mati rasa otot, hilangnya penglihatan, dan daya indera lain, hingga keterampilan motorik. Pada akhirnya, bisa menyebabkan kelumpuhan.

Kondisi ini bisa semakin parah, dengan kerusakan yang bisa meluas ke otot-otot vital yang dibutuhkan untuk bernapas. Maka dari itu bisa menyebabkan henti napas, dan kematian yang bisa terjadi di antara 20 menit atau 24 jam setelah terpapar bisa racun.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.