Share

Bagaimana Penularan Infeksi Jamur Candida Auris yang Bikin AS Ketar-Ketir?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 24 Maret 2023 16:00 WIB
$detail['images_title']
Infeksi jamur Candida Auris, (Foto: BBC-Yahoo News)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), kasus infeksi jamur Candida Auris yang terkonfirmasi sudah menyentuh angka 2.377 kasus.

Angka yang mengkhawatirkan karena terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dari laporan para peneliti agensi yang melaporkan di Annals of Internal Medicine, seiring berjalannya waktu, prevelansi kasus infeksi jamur ini memang terus meningkat.

Pada tahun 2019 meningkat 44 persen menjadi 476 kasus, kemudian melonjak 59 persen menjadi 756 pada 2020 dan melesat hingga 95 persen menjadi 1.471 kasus di tahun 2021.

Dalam laporan barunya, CDC menyebut infeksi jamur berbahaya ini dianggap sebagai ancaman resistensi antimikroba yang sudah darurat dan penyebarannya di seluruh penjuru negeri, sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Kenapa infeksi Candida auris ini membuat kesehatan masyarakat AS ketar-ketir? Hal ini karena faktanya, menurut CDC infeksi karena jamur Candida auris tersebut seringkali sulit dikenali dan diidentifikasi dan hal ini juga bisa memicu wabah di tempat perawatan kesehatan, seperti rumah sakit dan panti jompo.

Bukan hanya cukup sulit diidentifikasi, salah satu kekhawatiran terbesar tentang Candida auris adalah karena jamur ini, dikatakan Richard Watkins, M.D, dokter penyakit menular di Akron, Ohio, sering kali kebal terhadap beberapa obat antibiotik yang sering digunakan mengobati infeksi.

 BACA JUGA:

"Hal ini menyebabkan kasus kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi jamur lainnya," kata dr. Richard yang juga profesor penyakit dalam di Northeast Universitas Kedokteran Ohio.

Follow Berita Okezone di Google News

Angka kasusnya terus bertambah, lantas bagaimana cara penularan dari infeksi jamur Candida auris? Diungkap pakar penyakit menular, dr. Amesh A. Adalja, M.D., sebagian besar kasus infeksi jamur jenis ini dialami kalangan orang-orang yang sudah sakit, seperti pasien kanker, pasien di ICU, dan orang lanjut usia di panti jompo, kata pakar penyakit menular Amesh A. Adalja, M.D.

“Ini bukanlah infeksi yang menyerang orang secara tiba-tiba,” ujar Dr. Amesh yang juga peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, dikutip dari Prevention, Jumat (24/3/2023).

Ia menjelaskan, secara umum infeksi jamur Candida auris utamanya ditularkan dari benda dan peralatan di lingkungan fasilitas perawatan kesehatan.

Senada dengan Dr. Amesh, CDC mencatat bahwa pasien yang telah lama dirawat di rumah sakit misalnya, orang dengan kateter vena sentral, atau saluran atau tabung lain yang masuk ke tubuh mereka, atau yang sebelumnya sudah pernah menerima antibiotik atau obat antijamur, menjadi risiko tertinggi untuk infeksi C.auris.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.