Share

Kasus Kematian Dokter Mawartih di Nabire, Kemenkes Buka Suara Soal Jaminan Keamanan Nakes

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2023 12:45 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi saat melayat mendiang dr. Mawar, (Foto: Dok Kemenkes RI)

KEMATIAN Dr. Mawartih Susanty SpP, dokter spesialis paru di Nabire, Papua Tengah yang ramai diberitakan berpulang dengan cara yang janggal baru-baru ini masih terus menyorot perhatian.

Kasus ini sekaligus menimbulkan pertanyaan  terkait bagaimana perlindungan dokter, sebagai tenaga kesehatan (nakes)  yang tengah bertugas untuk masyarakat di daerah terpencil.

Dijelaskan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, pada dasarnya nakes dan termasuk dokter di dalamnya, tentunya mendapat perlindungan yang bersifat prioritas.

Terutama bagi para nakes yang bertugas di lokasi-lokasi khusus, seperti daerah terpencil dan berbahaya, atau nakes yang mendapatkan ancaman atau teror selama bertugas. Nadia menegaskan, perlindungan tersebut tidak bisa lepas melibatkan peran pemerintah daerah (Pemda) setempat.

"Kerjasama dengan pihak Pemda, pihak kepolisian di sana dan TNI. Kalau ada apa-apa jika ada ancaman atau semacamnya bisa menjadi prioritas (dijaga),” kata dr. Nadia saat dihubungi MNC Portal baru-baru ini.

Namun, Nadia tak menampik perlindungan tersebut tak bersifat stand by ready 24 jam dalam 7 hari nonstop.

“Iya, jadi nggak mungkin juga dikawal selama 24 jam apabila begitu nanti takut masyarakatnya," sambungnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Sehubungan dengan perlindungan dokter, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di mana dr. Mawar diketahui bernaung sebagai salah satu anggotanya, sudah meminta adanya perlindungan untuk dokter selama menjalankan tugas.

"Menghimbau kepada pemerintah, agar tenaga medis yang bertugas mendapat perlindungan secara maksimal dalam menjalankan tugas kemanusiaannya," bunyi pernyataan resmi PDPI yang diterima MNC Portal pada 15 Maret 2023.

 

Sementara itu, di kesempatan yang berbeda, terkait kasus kematian mendiang dr. Mawar, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin sudah mengeluarkan pernyataan resmi, bahwa masalah ini akan diusut hingga tuntas dan secara transparan.

"Jaminan dari saya, masalah ini akan dibuka secara transparan, karena itu juga yang diminta oleh pihak keluarga. Tapi tentunya, ini butuh proses sesuai aturan,” tegas Menkes Budi, dikutip dari laman Sehat Negeriku Kemenkes.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.