Share

Terus Bertambah, Kasus Penyakit Campak di Papua Jadi 469

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 10 Maret 2023 15:01 WIB
$detail['images_title']
update kasus campak, (Foto: Parents)

KEMENTERIAN Kesehatan RI mengabarkan kabar perkembangan terbaru terkait kasus penyakit campak yang saat ini tengah merebak di Papua.

Dari data yang disampaikan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, saat ini jumlah kasus campak mengalami kenaikan dari laporan data sebelumnya per 8 Maret 2023, di angka 397 kasus.

Kini, diungkap dr. Nadia total kasus penyakit campak di Papua mencapai 469 kasus.

"Total suspek gejala 469, sementara didapatkan pemeriksaan laboratoriumnya hanya 145 dan yang positif campak 48, dan 1 positif rubella," papar dr. Nadia, dalam keterangannya diterima MNC Portal, Jumat (10/3/2023)

Sehubungan sudah banyaknya kasus campak yang ada, dr Nadia menegaskan namun Papua tidak berstatus kejadian luar biasa (KLB) atas campak. Tapi di sini, penetapan status KLB hanya berlaku pada dua kabupaten di Papua yakni Paniai dan Mimika.

"Belum status KLB, baru di Paniai dan Mimika," tambahnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Merebaknya kasus campak di Papua, diungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu, memang tak bisa lepas dari karena rendahnya angka cakupan imunisasi di Papua.

Berdasarkan laporan Kemenkes, cakupan imunisasi MR 1 hanya 64,1 persen dan bahkan angka ini turun menjadi 48,6 persen untuk Imunisasi MR 2.

"Temuan kami di lapangan, 87 persen dari kasus yang telah dilaporkan belum pernah mendapatkan imunisasi MR. Ini terjadi di hampir semua kelompok umur, bahkan status imunisasinya sebagian besar 0 (zero),” jelas Dirjen Maxi dalam keterangannya pada 5 Maret 2023.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.