Share

Kasus Stunting di Indonesia Turun, Ternyata 5 Provinsi Ini Malah Naik!

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 27 Januari 2023 22:30 WIB
$detail['images_title']
Angka stunting di Indonesia menurun. (foto: Unsplash)

ANGKA Stunting di Indonesia dinyatakan mengalami penurunan dari 24,4 persen di tahun 2021 menjadi 21,6 persen di 2022. Hal ini diketahui berdasarkan dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dari hasil survei tersebut, disampaikan Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Syarifah Liza Munira, Ph. bahwa dari hasilnya ada 3 Provinsi yang turun angka stuntingnya secara signifikan. Berikut rinciannya.

1. Kalimantan Selatan dari 30 persen ke 24,6 persen

2. Kalimantan Utara 27,5 persen jadi 22,1 persen

3. Sumatera Selatan dari 24,8 persen jadi 18,6 persen

Angka stunting menurun

(Angka stunting menurun, foto: MPI/Kevi Laras)


"Tentunya kan ada variasi (angka) di setiap daerah berbeda-beda. Kalau kita lihat ada 3 provinsi yang penurunnya besar proporsinya yaitu Kaltim, Kalut dan Sumsel," jelas Syarifah dalam Konferensi Pers SSGI yang disiarkan langsung di YouTube Kemenkes, Jumat (27/1/2023).

Follow Berita Okezone di Google News

Meski kebanyakan provinsi di Indonesia alami penurunan kasus, ada lima provinsi yang mengalami kenaikan. Antara lain, Sulawesi Barat, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat. Kenaikan signifikan terjadi di Papua. Dari yang awalnya 29,5 persen menjadi 34,6 persen.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan SSGI ini untuk mengukur target stunting di Indonesia. Dulunya SSGI diukur 3 tahun sekali sampai 5 tahun tapi mulai 2021 SSGI dilakukan setiap tahun.

Penurunan stunting ini terjadi di masa pandemi bukan terjadi di masa biasa. Dia pun mengharapkan di masa yang normal tahun ini, penurunan kasus stunting bisa lebih tajam lagi sehingga target penurunan stunting di angka 14 persen di 2024 dapat tercapai.

"Metode survei seperti ini sudah kita lakukan selama 3 tahun, bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Kita akan perbaiki ke depannya kalau bisa by name by address. Kita usahakan ke sana, tapi kita secara bertahap tetap memakai metode pengukuran yang memang sudah sebelumnya dilakukan,” ungkap Menkes Budi dikutip dari Sehat Negeriku laman Kemenkes.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.