Share

Menkes Budi Sebut Varian Kraken Baru Ada di Balikpapan

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 26 Januari 2023 09:22 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Covid-19 Varian Kraken. (Foto: Shutterstock)

MESKIPUN kasus Covid-19 di Indonesia melandai, bukan berarti virus Covid-19 sudah sepenuhnya hilang. Pasalnya, sampai saat ini virus tersebut masih terus menyerang bahkan terus bermutasi.

Terbaru adalah varian Kraken, hasil mutasi dari varian Omicron. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Kraken merupakan hasil persilangan gen dua versi turunan Omicron XBB sebelumnya, yaitu sub-varian BA.2.10.1 dan BA.2.75. Dua sub-varian Omicron ini bisa bertukar gen ketika mereka menginfeksi orang yang sama pada waktu yang sama.

Varian Kraken dipastikan sudah ada di di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, kasus tersebut merupakan Warga Negara Asing (WNA) dari Polandia yang kini tengah berada di Balikpapan.

Lebih lanjut dia mengatakan, orang tersebut memang sudah pernah berkunjung ke mana-mana. Sehingga hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) positif varian Kraken.

"Saya sudah dengar, dilaporkan bahwa varian ini sudah ditemukan, dari orang Polandia, dan itu dia kenanya di Balikpapan. Tapi yang bersangkutan sudah sempat travel di beberapa tempat, hasilnya saya tahu di WGS ketemu XBB 1.5 (Kraken)," jelas Menkes Budi saat ditemui wartawan di Komplek DPR RI.

Follow Berita Okezone di Google News

Budi pun menjelaskan histori perjalanannya, jika orang Polandia ini pada 6 Januari masuk ke Jakarta untuk menguji ke Balikpapan di tanggal 7 Januari. Namun, hasilnya negatif saat dicek kesehatan rapid test. Ketika hendak ia masuk kapal, dilakukan tes PCR dan hasilnya positif Covid-19.

Dia pun meminta untuk masyarakat Indonesia lebih berhati-hati. Sebab varian baru Kraken Covid-19, diidentifikasi lebih cepat menular dibandingkan varian lainnya.

"Jadi pertama yang kita lakukan supaya teman-teman aware, nomor satu kita bisa kontrol pandemi karena kita punya dua hal. Satu, kita bisa identifikasi varian barunya jauh lebih cepat Dan tersebar. Dulu kita punya alat WGS cuma 10 ya, sekarang ada banyak," imbuh Menkes Budi.

1
2