Share

Percaya pada Hantu dan Alien? Hati-hati Bisa Terkena Gangguan Tidur

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 21:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Unsplash)

SAAT malam hari, sejumlah orang mengalami seperti adanya gangguan hingga membuat tidur mereka tidak nyenyak. Menurut penelitian baru, ketidakmampuan untuk tidur nyenyak mengarah pada kepercayaan seseorang yang kuat terhadap hantu, alien dan alam baka.

Sejumlah penelitian sebelumnya sudah mengaitkan keyakinan tersebut dengan gangguan tidur tertentu. Hal tersebut termasuk kelumpuhan tidur, yang memerlukan ketidakmampuan sementara untuk bergerak saat bangun atau tidur, dan sindrom kepala meledak yang ditandai dengan mendengar ledakan keras sambil terkantuk-kantuk.

 percaya hantu

Kedua kondisi tersebut terkait dengan fenomena halusinasi, seperti kemunculan tiba-tiba sosok bayangan di samping tempat tidur seseorang. Hal itu dikarenakan orang tersebut lebih cenderung percaya pada hal-hal mistis.

Gagasan semacam itu bahkan didorong oleh banyak penjelasan budaya untuk gangguan tidur. Seperti di Mesir, kelumpuhan tidur kerap dikatakan bahwa hal itu disebabkan oleh roh jahat yang disebut jin. Sementara orang italia, menyalahkan kondisi itu pada penyihir jahat mirip kucing bernama Pandafeche.

Dari sisi ilmiah, penulis penelitian menganalisis tanggapan dari 8.853 orang terhadap survei soal kualitas tidur dan kepercayaan mistis.

Secara khusus, para peneliti berusaha menentukan bagaimana tidur mempengaruhi keyakinan orang tentang keberadaan hantu dan seta, kelangsungan jiwa setelah kematian, dan soal kemungkinan alien sudah mengunjungi bumi.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada hasil keseluruhan survei tersebut, peneliti menemukan bahwa keyakinan seperti itu lebih umum di antara mereka yang tidur sedikit per malam, membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur, berjuang melawan insomnia, serta melaporkan efisiensi tidur yang lebih rendah .

Namun, satu hal yang paling mencolok, peneliti menemukan sejumlah responden yang mengalami kelumpuhan tidur atau sindrom kepala meledak, meyakini bahwa alien sudah berjalan di antara kita.

percaya hantu

Sementara itu, kurang dari 60 persen peserta yang sudah mengalami kelumpuhan tidur juga mengatakan, bahwa pengalaman mendekati kematian membuktikan bahwa jiwa tetap hidup setelah kematian. Sementara mereka yang memiliki gejala insomnia yang lebih kuat, cenderung percaya pada hantu.

"Karena kelumpuhan melibatkan berbagai jenis halusinasi, termasuk pendengaran, visual, dan sindrom kepala meledak, temuan kami menunjukkan bahwa kepercayaan pada alien mungkin terkait dengan gangguan tidur yang menghasilkan suara atau gambar," ujar penulis studi seperti yang dikutip dari IFL Science.

Sementara itu, penulis studi tersebut menjelaskan, bahwa seseorang yang mengalami suara atau gambar yang terkait dengan tidur, menafsirkan hal itu sebagai bukti bahwa alien atau hantu itu ada.

Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menguji teori tersebut serta meneliti hubungan kausal antara kualitas tidur dan kepercayaan mistis.

Kemudian, para peneliti menjelaskan, temuan mereka bisa membantu dokter mendiagnosis gangguan tidur, di antara pasien yang mendukung gagasan tersebut.

 percaya hantu

Tapi, pada akhirnya, peneliti mengatakan, bahwa mekanisme yang mendasari penelitian itu kemungkinan besar cukup rumit, dan perlu dieksplorasi lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya.

1
3