Share

Bayi Baru Lahir Masuk NICU, Kenali Yuk 5 Penyebabnya!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 17:52 WIB
$detail['images_title']
Bayi di NICU (Foto: American scientific blog)

SETIAP orangtua tidak ingin anaknya dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU). Namun, ada banyak alasan mengapa seorang anak perlu dirawat di NICU.

Saat bayi lahir, tim pengasuh memeriksa tanda-tanda vital bayi seperti detak jantung, suhu, pernapasan, dan warna dalam rentang normal. Bayi yang ibunya memiliki kondisi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau riwayat penggunaan narkoba akan membutuhkan pemeriksaan tambahan.

bayi

Setelah pemeriksaan, bayi dapat masuk ke NICU karena beberapa keadaan dan kondisi. Ada beberapa alasan mengapa bayi baru lahir harus dirawat di NICU dikutip dari Nortons Childrens.

 

1. Sindrom gangguan pernapasan (RDS)

Juga disebut sindrom gangguan pernapasan bayi, adalah gangguan pernapasan pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh paru-paru yang belum matang. Bayi dengan RDS ringan dapat diobati dengan menggunakan mesin yang mendorong udara masuk melalui hidung untuk membantu menjaga paru-paru tetap buncit. Bayi dengan RDS parah dapat diobati dengan selang pernapasan, serta menempatkan bayi pada ventilator.

 

2. Kelahiran prematur

Ini alasan paling umum bayi dirawat di NICU. Seorang bayi prematur jika ia dilahirkan sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi prematur dapat mengalami masalah seperti berat lahir rendah, tanda-tanda vital yang tidak stabil, dan suhu yang tidak teratur. Di NICU, bayi prematur menerima perawatan di lingkungan yang aman dan terkendali. Inkubator membantu memberi bayi suhu tubuh yang konstan. Bayi-bayi ini diberikan nutrisi berkalori tinggi, hidrasi intravena dan terapi lain berdasarkan kondisi lainnya.

 BACA JUGA:Apa Bahaya Bayi Diberi Minum Kopi Susu Sachet?

3. Kelahiran yang sulit

Dapat mengakibatkan berkurangnya aliran darah dan oksigen ke bayi. Jika hal ini terjadi, ahli neonatologi dapat merawat bayi dengan pendinginan seluruh tubuh, sebuah metode untuk membantu mengurangi cedera otak yang dapat terjadi akibat penurunan aliran darah.

Follow Berita Okezone di Google News

 

4. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Biasanya terlihat pada bayi prematur, bayi yang lahir dari ibu yang mengalami diabetes gestasional atau bayi dengan infeksi.

5. Sepsis atau infeksi

Lebih mungkin terjadi pada bayi yang lahir lebih awal daripada bayi cukup bulan. Antibiotik dapat digunakan berdasarkan jenis infeksi dan tes laboratorium.

 

6. Korioamnionitis ibu

Suatu kondisi di mana bakteri menginfeksi selaput (korion dan amnion) yang mengelilingi bayi, cairan ketuban dan/atau tali pusar. Bakteri dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan janin. Kondisi ini membuat bayi berisiko tinggi terkena infeksi. Setelah lahir, bayi mulai minum antibiotik untuk membersihkan infeksi.

1
2