Share

Kasus Campak di Indonesia Ada Penurunan?

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 26 Januari 2023 05:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Unsplash)

PERKEMBANGAN kasus campak di Indonesia pertahun 2022 sebanyak 12 Provinsi sudah berstatus kejadian luar biasa (KLB). Beberapa waktu lalu, dr. Ngabila Salama, Kepala Seksi Surveilans Epidemiolog dan Imunisasi Dinkes Provinsi DKI Jakarta mengatakan saat ini di Jakarta belum ada penemuan kasus campak.

Kejadian penyakit Campak yang merebak di Indonesia, dijelaskan Kementerian Kesehatan karena keadaan 2 tahun terakhir atau hampir 3 tahun sejak terdampak dari pandemi Covid-19, membuat implikasi yang tidak baik terhadap cakupan imunisasi.

 penyakit campak

"Pada bulan Desember sudah ada trend penurunan, sebelumnya mulai meningkat di Juli-November 2022. Belum ditemukan campak pada tahun 2023 di Jakarta," jelas dr Ngabila kepada MNC Portal, Rabu (25/1/2023).

Melansir dari Mayoclinic bahwa ada beberapa gejala campak bisa diketahui selama 10-14 hari, setelah terpapar virus, antara lain:

1. Demam

2. Batuk kering

3. Pilek

4. Sakit tenggorokan

5. Mata meradang (konjungtivitis)

6. Bintik-bintik putih kecil dengan bagian tengah putih kebiruan dengan latar belakang merah, ditemukan di dalam mulut atau di dalam pipi (bintik Koplik)

7. Ruam kulit berupa bercak besar dan rata yang seringkali menyatu sama lain.

Follow Berita Okezone di Google News

Campak merupakan penyakit yang diakibatkan infeksi virus dari famili Paramyxovirus, seperti rubeola dan rubella. Ternyata campak bisa terjadi karena dipengaruhi oleh status gizi dan imunisasi. Hal ini menurut Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K).

Kondisi gizi buruk pada anak dan tidak imunisasi campak sangat berkolerasi. Sebab dampak dari kekurangan gizi, tidak bisa membentuk sistem kekebalan tubuh (antibodi) anak secara sempurna untuk melawan virus.

 penyakit campak

"Gabungan yang sempurna antara kurang gizi dengan tidak diimunisasi, jadi ketika asupan nutrisinya khusus protein hewani tidak cukup tentu saja, proses pembentukan sel imunitas atau antibodinya tidak cukup atau enggak kuat," terang Dr Pipri.

Sekadar informasi, penyakit campak tak bisa disepelekan karena banyak komplikasi dari campak bisa timbul. Mulai dari diare dan muntah, infeksi telinga, bronkitis, radang tenggorokan atau croup, radang paru-paru, radang otak dan masalah kehamilan.

1
2