Share

Campak Cepat Menular, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 12:20 WIB
$detail['images_title']
Campak (Foto: News medical)

PENYAKIT campak merupakan penyakit yang sangat cepat menular. Hal tersebut disampaikan Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine.

Menurutnya, campak ini hanya bisa dicegah dengan imunisasi campak. Oleh karena itu ia mendorong setiap orang tua melakukan imunisasi untuk anak-anak. Tak hanya imunisasi campak, juga seluruh imunisasi yang diwajibkan pemerintah.

 imunisasi campak

Ini sebagai bentuk upaya menahan merebaknya Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Di antaranya seperti campak, polio, difteri, tetanus, pertusis, hingga influenza. Dengan dilakukannya imunisasi, dapat menekan angka kematian yang saat ini masih di angka 2 hinga 3 juta tiap tahunnya.

"Campak itu sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, tapi kenyataannya sampai saat ini PD3I itu masih mengancam dunia. Padahal imunisasi kalau dilakukan dengan baik cakupannya juga bisa cukup tinggi, maka bisa menekan angka kematian 2 sampai 3 juta kemarin setiap tahun yang diakibatkan dari PD3I tadi dari campak, Difteri, tetanus pertusis, dan influenza," jelas dr Prima dalam Konferensi Pers Update Kasus Campak secara online.

Kasus campak saat ini memang dampak dari cakupan imunisasi di Indonesia yang masih rendah.

 BACA JUGA:Campak Merebak, Perkuat Imunitas Anak dengan Pemenuhan Gizi dan Protein

Di sisi lain, Ketua Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Anggraini Alam, SpA(K) menjelaskan bahwa Omicron ataupun Covid-19 tidak separah penyakit campak. Di mana kasus Covid-19 harus melakukan aktivitas yang berkerumun terlebih dahulu, baru terjadi penularan.

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut, penyakit campak dinilai lebih berbahaya karena mampu menembus sistem kekebalan seseorang. Anak yang terkena campak bisa mengalami komplikasi mulai dari kebutaan, gizi buruk, radang otak, bahkan kematian. Menurutnya lebih mengerikan terkena campak, dibandingkan Covid-19.

"Kalau Campak ini ada yang meninggal misterius itu di Papua (dulu) itu jadi kita lebih takut. Jadi kita lebih takut campak," papar dr. Anggraini.

1
2