Share

Dinkes DKI: Kasus Campak di Jakarta Tahun 2023 Masih Nihil

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 13:00 WIB
$detail['images_title']
kasus campak, (Foto: The Journal)

PENYAKIT campak tengah merebak secara progresif  di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Per tahun 2022, Kementerian Kesehatan RI mencatat sudah sebanyak 12 Provinsi yang melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk campak.

Lalu bagaimana dengan ibu kota DKI Jakarta? Disampaikan Kepala Seksi Surveilans Epidemiolog dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, untuk perkembangan terbaru, untuk di tahun 2023 belum ada dilaporkan kasus campak di wilayah DKI Jakarta.

Catatan data kasus campak sebanyak 253 di DKI Jakarta, ditegaskan dr. Ngabila adalah data yang terlapor pada tahun 2022.

“Iya benar, (data itu) sepanjang tahun 2022. Belum ditemukan campak pada tahun 2023 di Jakarta," jelas dr. Ngabila, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (25/1/2023).

Ia menambahkan, untuk di DKI sendiri pada akhir 2022, sebetulnya terlihat terjadi tren penurunan kasus campak.

Follow Berita Okezone di Google News

“Pada bulan Desember sudah ada trend penurunan, sebelumnya mulai meningkat di Juli-November 2022,” imbuhnya.

Kasus penyakit Campak yang merebak di Indonesia, dijelaskan Kementerian Kesehatan karena keadaan dalam dua tahun terakhir atau hampir tiga tahun belakangan ini sebagai dampak dari kondisi pandemi Covid-19, membuat banyak anak yang terlewat jadwal imunisasi lengkapnya.

Campak merupakan penyakit infeksi yang diakibatkan infeksi virus dari famili Paramyxovirus, seperti rubeola dan rubella dan memiliki karakter yang sangat cepat menular dengan media penularan seperti droplet, percikan ludah saat batuk, bersin, bicara, atau bisa melalui cairan hidung dan hanya bisa dicegah dengan imunisasi campak.

1
2