Share

Kehamilan Pertama di Usia 35 Tahun seperti Greysia Polii? Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2023 07:00 WIB
$detail['images_title']
Greysia Polii, (Foto: Instagram @greysiapolii)

LEGENDA bulu tangkis Indonesia, Greysia Polii baru saja mengumumkan kehamilan anak pertamanya. Dengan demikian, ini artinya perempuan kelahiran 1987 tersebut hamil alias mengandung pertama kalinya di usia 35 tahun.

Hamil di usia lebih dari 30 tahun memang banyak yang harus diperhatikan, agar kondisi kesehatan sang ibu atau pun sang bayi itu sendiri bisa tetap sehat dan optimal. Apa saja yang harus diketahui dan diperhatikan saat hamil lewat dari usia 30 tahun? Melansir Very Well Family, Rabu (25/1/2023) simak paparan enam halnya di bawah ini.

1. Faktor kesuburan: Semakin lama menunda untuk memiliki bayi dikatakan bisa semakin sulit untuk hamil. Wanita disebut paling subur di usia 20-an, dan mengalami penurunan kesuburan di usia 32 tahun. Penurunan tersebut meningkat lebih tajam setelah usia mencapai 37,2 tahun.

2. Risiko keguguran: Tidak hanya kehamilan di usia pertengahan 30’an memang, pada dasarnya setiap kehamilan membawa risiko keguguran. Namun risiko keguguran ini meningkat seiring bertambahnya usia. Banyak keguguran dapat disebabkan oleh kelainan kromosom, dan kemungkinan bayi mengalami kelainan ini juga meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun.

Kondisi kesehatan kronis seperti penyakit diabetes, ada tekanan darah tinggi, dan masalah tiroid juga bisa mempersulit kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran. Maka dari itu, sebaiknya mengidentifikasi atau mengelola kondisi kronis sebelum hamil, bisa membantu meminimalkan risiko keguguran.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Perubahan fisik: Semakin tua usia saat hamil, maka perubahan fisik yang terjadi di masa kehamilan akan semakin menantang. Namun untungnya, saat ini banyak orang berusia 30-an yang terbiasa aktif secara fisik dan berolahraga teratur. Jika memang sudah rutin berolahraga, jangan distop karena sedang hamil. Tetap bugar dan aktif secara fisik selama kehamilan bisa bantu tubuh jadi lebih kuat dan meminimalkan ketidaknyamanan terkait kehamilan.

Jika sebelum hamil kurang aktif berolahraga, maka saat hamil boleh coba berenang, yoga, atau berjalan kaki santai. Namun tetap di bawah kontrol dan pengawasan dokter ya!

4. Perubahan emosi: Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dapat memengaruhi emosi, berapapun usia sang ibu. Jika merasa sendirian, kesepian atau tertekan atau merasa tidak bisa mengendalikan emosi negatif, maka jangan ragu untuk segera cari bantuan dan periksakan diri ke dokter.

 BACA JUGA:Greysia Polii Hamil Anak Pertama di Usia 35 Tahun, 7 Hal yang Harus Dilakukan agar Tetap Sehat

BACA JUGA:Waspada, Menstruasi Dini Bisa Picu Kanker Payudara Loh

5. Masalah genetik: Bisa dipertimbangkan untuk melakukan tes skrining genetik, yang bisa dilakukan hanya dengan tes darah sederhana dan tidak menimbulkan risiko besar bagi orang tua atau bayi. Hasilnya, bisa dapat membantu sang ibu untuk memutuskan apakah pengujian genetik yang lebih invasif lebih sesuai untuk kebutuhan keluarga.

6. Persalinan: Kehamilan setelah usia 30 berpotensi menjadi lebih rumit, maka dari itu penting untuk konsultasi dengan dokter kandungan membahas segala kemungkinan dan risiko kesehatan serta mengikuti perawatan prenatal yang konsisten.

Upaya ini bisa bantu sang ibu dan sang bayi tetap sehat, dan dengan cepat mengidentifikasi dan mengobati potensi komplikasi kesehatan apa pun. Jangan panik dulu, karena sebagian besar kehamilan untuk orang berusia 30-an berjalan lancar loh!

1
3