Share

Ternyata, Ini Penyebab Jepang Alami Resesi Seks Terus Menerus

Vivin Lizetha, Jurnalis · Selasa 24 Januari 2023 11:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Unsplash)

JEPANG mengumumkan penurunan yang cukup signifikan pada angka kelahiran di negaranya. Tahun lalu, hanya ada kurang dari 800 ribu kelahiran di negara Sakura tersebut. Angka ini turun lebih dari 50 persen bila dibandingkan jumlah kelahiran di tahun 1970-an.

Ketakutan pemerintah yaitu angka kelahiran ini terus memburuk setiap tahunnya. Padahal angka harapan hidup terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir.

 Resesi Seks di Jepang

Ini memperlihatkan bahwa semakin banyak orang tua yang hidup namun tidak ditopang dengan jumlah pekerja produktif yang mendukung mereka.

Jepang saat ini menduduki peringkat tertinggi kedua di dunia sebagai negara yang memiliki banyak orang berusia 65 tahun ke atas. Urutan pertama diduduki Monaco.

Untuk itu, pemerintah mulai merancang beberapa program untuk meningkatkan angka kelahiran di Jepang. Karena problem kelahiran di Jepang sudah tak dapat ditunda lagi.

“Memfokuskan perhatian pada kebijakan mengenai anak dan mengasuh anak adalah masalah yang tidak bisa menunggu dan tidak bisa ditunda," ungkap Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, dikutip dari BBC, Selasa (24/1/2023).

Ia berharap pemerintah melipatgandakan pengeluaran yang berhubungan dengan program peningkatan angka kelahiran. Ini rencananya akan mulai dilakukan pada bulan April mendatang.

Follow Berita Okezone di Google News

 Meski begitu, sebenarnya program ini sudah pernah diberlakukan sebelumnya, namun tak membuahkan hasil. Turunnya tingkat kelahiran didorong oleh berbagai faktor.

Mulai dari kenaikan biaya hidup, lebih banyak perempuan dalam pendidikan dan pekerjaan, serta akses yang lebih besar terhadap kontrasepsi, yang menyebabkan perempuan memilih untuk memiliki anak lebih sedikit.

Ini yang disinyalir menjadi penyebab penuruna terus menerus kelahiran di negara Jepang. Tak hanya Jepang, negera lain di dunia juga banyak mengalami hal serupa.

1
2