Share

Gara-gara Dugaan Kasus KDRT, Berat Badan Venna Melinda Menyusut 4 Kilogram

Selvianus, Jurnalis · Selasa 24 Januari 2023 07:00 WIB
$detail['images_title']
Venna Melinda (Foto: MPI/Selvianus)

SELAIN tulang rusuk retak hingga trauma, tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Ferry Irawan juga berimbas pada perubahan fisik Venna Melinda.

Pada awak media, Venna mengaku sudah mengalami penurunan berat badan secara alami saat pertama kali membuat laporan berita acara perkara (BAP) ke polisi.

“Aku (berat badan) turun 4 kilogram lebih, saat aku BAP sendiri di kantor polisi dari jam 8 pagi sampai 6 sore,” kata Venna dikutip dari tayangan Rumpi No Secret. 

Ibu dari Verrel Bramasta dan Athalla Naufal tersebut melanjutkan, penurunan bobot tubuhnya tersebut akibat dirinya tidak mengonsumsi apapun seharian.

“Aku enggak makan dan minum, sampai ibu Neni khawatir aku pingsan karena aku visum dan BAP sendiri," tambahnya.

 

(Foto: Instagram Venna Melinda)

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya kala ditemui di kediaman pribadinya, di Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan belum lama ini. Venna menyebutkan akan fokus menyembuhkan kondisi tulang rusuknya yang retak terlebih dahulu.

"Pokoknya aku sembuhin ini dulu, soalnya tulang rusuk aku masih sakit banget.  Sudah tiga hari ini aku tidur bangun shock banget. Perasaan shock, sakit banget nih tulang rusuk aku (nunjuk tulang rusuk) jadi mau konsultasi ke dokter keluarga dulu,"ungkap Venna kala itu.

Selain cedera fisik, seperti diungkap putra kedua Venna, Athalla Naufal.  Dampak dugaan tindak kekerasan yang diterima Venna juga berefek pada kesehatan mental sang ibu.  Athalla mengungkap Venna kerap berbicara melantur dalam tidurnya alias mengigau.

"Iya benar (Mama sering mengigau). Dia masih ngerasa ketakutan banget sampai sekarang,” ujar Athalla saat ditemui awak media di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Sementara itu, untuk perkembangan kasus diketahui saat ini Irawan masih menjalani penahanan di Mapolda Jawa Timur.  Ferry dalam kasus ini dijerat dengan pelanggaran Pasal 44 dan 45 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

1
2