Share

Vaginal Douching, Benarkan Bisa Bikin Miss V Jadi Wangi dan Segar?

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Minggu 22 Januari 2023 05:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Unsplash)

BANYAK perempuan yang tak hanya ingin memiliki organ intim yang bersih dan cerah, namun juga berorama sedap. Untuk mewujudkannya, tak jarang mereka justru mencoba berbagai produk kebersihan hingga parfum khusus area intim wanita.

Bahkan, ada salah satu perawatan kewanitaan yang cukup populer, yakni Vaginal Douche, sebuah cairan khusus pembersih Miss V yang dikemas dalam sebuah douche, yaitu kantong dengan selang atau semprotan.

 vaginal douching

Umumnya, cairan yang terdapat dalam vaginal douche mengandung air, baking soda, cuka, pewangi, dan antiseptik. Cara membersihkan Miss V dengan vaginal douche, yaitu dengan menyemprotkan cairan ke dalam organ intim.

Tujuannya adalah untuk membersihkan Miss V bagian dalam dan membantu menjaga keseimbangan kadar pH Miss V. Aktivitas membersihkan Miss V dengan alat ini disebut juga dengan douching.

Kebiasaan douching pertama kali dimulai di Perancis. Douching sendiri diambil dari bahasa Perancis, yang artinya membasuh atau mengairi.

Follow Berita Okezone di Google News

Berdasarkan beberapa penelitian, tercatat kira-kira ada sekitar satu dari setiap lima orang wanita melakukan douching. Hal ini karena mereka yang melakukan douching merasa Miss V menjadi lebih bersih dan segar setelah douching. Selain itu, vaginal douche biasanya juga mengandung pewangi yang dapat membuat Miss V jadi harum.

Sebenarnya, para wanita tak perlu melakukan vaginal douching apalagi membersihkan Miss V dengan produk pembersih yang mengandung parfum.

Pasalnya, Miss V dapat membersihkan dirinya sendiri secara alami dengan bantuan bakteri baik lactobacillus yang tinggal dalam Miss V kamu. Peran lactobacillus juga sebagai penjaga keseimbangan pH Miss V agar bakteri jahat tidak berkembang biak.

Sejauh ini bahkan tidak ada bukti ilmiah soal manfaat douching bagi kesehatan reproduksi wanita. Justru, vaginal douching disebut-sebut bisa menimbulkan risiko dan bahaya yang tidak setimpal dengan rasa segar sesaat setelah melakukan douching.

Bahkan, tak ada dokter atau tenaga kesehatan yang menyarankan douching vagina. Apalagi, area kewanitaan memang harus cukup asam guna mencegah iritasi dan infeksi. Kondisi yang ideal bagi vagina ini akan terganggu jika Anda melakukan douching vagina.

Beberapa risiko terbesar jika Anda melakukan vaginal douching diantaranya infeksi bakteri vagina, penyakit radang panggul, kanker serviks, hingga masalah kehamilan.

1
2