Share

Nano Riantiarno Sempat Berjuang Melawan Kanker Paru-Paru, Kenali 8 Gejalanya!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 11:58 WIB
$detail['images_title']
Nano saat berjuang melawan kanker paru-paru (Foto: Inst)

KABAR duka datang dari Norbertus Riantiarno atau lebih dikenal dengan Nano Riantiarno, aktor senior sekaligus pendiri Teater Koma tersebut meninggal hari ini, Jumat 20 Januari 2023 sekitar pukul 07.00 WIB.

Dari anak sulungnya, Rangga Bhuana, sebelum hembuskan napas terakhirnya, sang ayah diketahui mengidap kanker paru-paru yang diawali dari tumor. Rangka mengungkapkan, awal Desember 2022 tumor ganas tersebut sudah menyebar ke paru-paru sang ayah.

 kanker paru-paru

“Tiba-tiba awal Desember batuk-batuk, rontgen 3 Desember 2022, ternyata ada penyebaran ke paru-paru,” jelas Rangga Bhuana kala ditemui di rumah duka, Bintaro, Jumat (20/1/2023).

Setelah mengetahui ada penyebaran ke paru-paru, pihak keluarga mencoba memastikan kembali kondisi kesehatan Nano. Nano kala itu kembali menjalani pemeriksaan rontgen.

“Dipastikan lagi, sejak dibawa ke ICU Dharmais tanggal 27 Desember, diteliti lewat rontgen, diambil cairan paru-parunya, Itu yang bikin sesak napas, ya memang kondisinya kanker," jelasnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Paru-paru dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Dr. dr. Achmad Mulawarman J, Sp.P(K) mengatakan, pada stadium awal, penyakit kanker paru-paru tidak memiliki gejala, namun keluhan dan rasa sakit mulai timbul saat sel kanker paru mulai bertambah besar dan menyebar di jaringan organ paru dan sekitarnya.

Lalu apa saja gejala kanker paru-paru?

1. Batuk kronis

2. Batuk berdarah

3. Nyeri dada, dan penurunan berat badan secara signifikan.

4. Batuk yang berkelanjutan dan tak kunjung sembuh

5. Sesak napas

6. Kerap terkena infeksi paru

7. Sering merasa letih

8. Kehilangan berat badan secara signifikan

Secara global, kanker paru merupakan penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua kematian akibat kanker pada wanita.

 BACA JUGA:Sebelum Meninggal Dunia, Nano Riantiarno Berjuang Lawan Kanker Paru-paru

Kanker Paru-paru menempati urutan ke tiga kasus terbanyak yaitu 8,8 persen setelah kanker payudara (16,6 persen) dan kanker serviks (9,2 persen).

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut dr. Achmad, kanker paru-paru masih bisa diobati dengan berbagai cara namun dengan meninjau dari kondisi penderita, dan tingkat keparahan penyakit kanker. Penanganan utama terhadap kanker paru-paru stadium awal melalui tindakan operasi. Jika kanker telah mencapai stadium lanjut, maka penanganan dapat dilakukan dengan radioterapi dan kemoterapi.

"Keberadaan kanker paru ini umum tidak memiliki gejala namun akan timbul jika sel kanker telah menyebar luas di jaringan organ paru dan sekitarnya. Pencegahan terbaik adalah berhenti merokok bagi yang merokok atau menghindari asap rokok bagi yang tidak merokok," ujar dr Achmad.

Bagi seseorang yang berisiko terkena kanker paru-paru, pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan. Selain itu, disarankan untuk berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

1
2