Share

Kesehatan Psikis Lesti Kejora dan Rizky Billar Sempat Terganggu, Kenapa?

Selvianus, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 17:05 WIB
$detail['images_title']
Lesti Kejora dan Rizky Billar, (Foto: Instagram @rizkybillar)

KESEHATAN mental yang sempat terganggu, disebut-sebut jadi salah satu alasan pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora untuk melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari lalu.

Laporan tersebut dilayangkan, terkait kasus ujaran kebencian yang didapat pasangan muda tersebut dari para netizen. Diungkap kuasa hukum Lesti dan Billar, Sadrakh Seskoadi, dua kliennya tersebut mengalami trauma karena ujaran kebencian yang dinilai telah di luar nalar.

Merasa sudah di luar batas dan menganggu kesehatan mentalnya, Lesti dan Billar dikatakan Sadrakh merasa harus mengambil tindakan.

"Otomatis karena, memang dari Rizky bersama dengan Lesti merasa saat ini kondisinya tidak kondusif. Dengan apa yang dilakukan oleh netizen, sehingga mengakibatkan harus mengambil tindakan secara tegas," ungkap Sadrakh Seskoadi kala ditemui awak media di Kawasan Srengseng, Jakarta Barat, Jumat (20/1/2023).

 

Follow Berita Okezone di Google News

Sadrakh menyebut keputusan kliennya, membawa permasalahan itu ke jalur hukum karena keduanya merasa geram. Komentar-komentar yang ditujukan pada keduanya, disebut-sebut sangat menyinggung perasaan baik Lesti atau Billar.

"Dasar untuk dilaporkannya akun-akun tersebut, karena memang ini sudah di luar batas toleransi. Sehingga Rizky merasa harus ditindaklanjuti," sambungnya.

(Foto: MPI/ Selvianus)

Terkait psikis Lesti dan Billar yang sempat terganggu karena ujaran kebencian dari para netizen kepada keduanya, sayangnya Sadrakh sebagai kuasa hukum, tak mengungkapkan lebih detail gangguan kesehatan mental apa yang dialami pasangan suami-istri tersebut.

Sebagai informasi, pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora secara resmi melaporkan sejumlah netizen ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2023, dengan nomor laporan LP/B/154/I/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Atas laporan tersebut. sejumlah akun sosial media netizen disangkakan pasal 29 UU ITE atau Undang-Undang Transaksi Elektronik Tahun 2008 dengan ancaman penjara selama empat tahun.

1
2