Share

Anak Gizi Buruk dan Tak Imunisasi, Kombinasi Sempurna untuk Kena Campak

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 14:05 WIB
$detail['images_title']
Pentingnya vaksinasi campak, (Foto: CBC-Rafferty Baker)

PENYAKIT campak tengah merebak kembali di tengah masyarakat Indonesia. Diketahui sebanyak 31 Provinsi di Indonesia telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit campak.

Penyakit akibat infeksi virus dari famili Paramyxovirus, seperti rubeola dan rubella ini diungkap Dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), Ketua Pengurus IDAI, ternyata sangat berhubungan dengan kondisi gizi buruk pada anak dan imunisasi.

Diawali dari kekurangan gizi sehingga tidak bisa membentuk sistem kekebalan tubuh (antibodi) anak secara sempurna untuk melawan virus.

"Gabungan yang sempurna, antara kurang gizi dengan tidak diimunisasi. Jadi saat asupan nutrisinya khusus protein hewani tidak cukup tentu saja, proses pembentukan sel imunitas atau antibodinya tidak cukup atau enggak kuat," jelas Dr. Piprim dalam Keterangan Pers Hari Gizi Nasional , Jumat (20/1/2023).

Ia memperingatkan, campak pada anak nyatanya serius karena bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada kesehatan anak, contohnya gangguan otak hingga pneumonia.

 

(Vaksin Campak)

Follow Berita Okezone di Google News

Menambahkan Dr. Piprim, Plt Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (GIZI KIA) Kementerian Kesehatan RI, dr. Ni Made Diah mendorong para orang tua untuk berupaya maksimal dalam pemenuhan gizi anak.

Contoh paling sederhana, dengan mengonsumsi protein hewani yang mengandung asam animo, yang bisa didapat dari konsumsi telur, susu dan ikan.

"Telur, ikan itu juga berperan bahkan berkorelasi sangat kuat untuk mencegah stunting, dan harga telur ini sangat terjangkau Rp 30.000, satu kilo isinya 6 butir artinya 30.000 itu kita bisa memberikan protein 3 kali 1 pada anak kita," tutur dr. Diah

Sementara itu, terkait KLB Campak, Dr, Piprim menyebut kejadian KLB seperti ini sudah diprediksi IDAI saat pandemi Covid-19 dimulai, karena kondisi pandemi membuat capaian imunisasi di Indonesia turun drastis.

“Itu sudah bisa kami prediksikan sebetulnya, IDAI di akhir 2021 sudah wanti-wanti. Bahwa (karena) pandemi cakupan imunisasi jadi menurun drastis dan campak sendiri adalah penyakit yang jauh lebih menular daripada Covid-19," tegas Dr. Piprim

 BACA JUGA:31 Provinsi KLB Campak, IDAI: Penularan 4 Kali Lipat dari Covid-19!

BACA JUGA:53 Daerah Indonesia KLB Campak, Ini 3 Fase yang Perlu Diketahui!

1
2