Share

Periskop 2023: Upaya Indonesia Menuju Endemi, Kapan Lepas Masker?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 10:40 WIB
$detail['images_title']
Indonesia menuju endemi (Foto: NY Post)

STATUS Covid-19 di Indonesia masih dikatakan pandemi oleh pemerintah, namun segala peraturan pun mulai dilonggarkan. Hal tersebut terlihat dari pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh daerah.

Secara tidak langsung ini merupakan sinyal positif dari pemerintah, jika kondisi Indonesia berproses menuju status endemi. Meskipun belum dikatakan pasti kapan bisa endemi, tapi harapan ke sana sudah di depan mata.

 menuju endemi

Kapan Indonesia Endemi? ditanggapi oleh epidemiolog Dr Pandu Riono dari Universitas Indonesia (UI) yang prediksinya segera berakhir. "Jadi harus percaya diri dan harus optimistis bahwa sudah semakin dekat, sudah di depan mata. Itu metafora nggak ada yang berani bilang nanti Desember (status pandemi Covid-19 akan dicabut)," kata Pandu dalam Meet The Expert: Kapan Pandemi Berakhir? secara online.

Sehubungan itu, Kementerian Kesehatan juga memberikan jawaban cukup positif. Sebab ada peluang Indonesia siap memasuki status endemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS mengatakan, status pandemi memang masih tergantung dari situasi di Indonesia. "Yang saya tahu Pak Menteri menyampaikan kita sudah menyiapkan transisi, transisi ke endemi. Kalau level 1 terus itu sudah 6 bulan berturut-turut, tapi kita kan naik lagi kasus," jelas Maxi kepada wartawan.

Dengan adanya pencabutan PPKM di Indonesia, segala kegiatan masyarakat pun mulai dilonggarkan. Terlihat sudah mulai adanya kerumunan dan kegiatan seperti konser, car free night pada pergantian tahun baru, dan sebagainya.

Lantas kapan bisa lepas masker? Penggunaan masker di Indonesia masih dijaga oleh pemerintah, meskipun segala aktivitas mulai dilonggarkan.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi menilai, Indonesia belum siap (layak) untuk melepas masker lantaran belum terpenuhinya sejumlah indikator seperti capaian vaksinasi booster.

Adib menilai vaksinasi booster harus menjadi indikator dasar kebijakan kedepannya oleh pemerintah. Sebab booster, juga bisa berkaitan dengan aturan PCR atau antigen, yang diketahui sebagai syarat dalam beraktivitas maupun perjalanan.

BACA JUGA:Studi: Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Suntik Botox Kurang Efektif

"Kita lihat tadi kalau indikatornya sudah tercapai termasuk yang belum kita capai adalah Booster. Vaksin Booster khusus untuk semua masyarakat ya bukan untuk kelompok-kelompok tertentu termasuk juga, nanti ada juga Booster kedua," jelas Ketua Umum IDI, Dr Adib Khumaidi, SpOT di Gedung Dr R Soeharto.

Follow Berita Okezone di Google News

Kendatinya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menganjurkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker. Guna melindungi diri dari penularan Covid-19, jika tanpa masker lebih berpeluang besar tertular.

Budi menambahkan dalam masa transisi dari Pandemi ke Endemi, intervensi dari pemerintah berkurang, sehingga kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan.

"Jadi kesadaran masyarakat untuk mengukur sendiri di mana dia perlu (memakai masker atau tidak) itu perlu dicatat. Kayak flu kan nggak harus diingatkan pakai payung kalau hujan atau minum obat, enggak, masyarakat sudah tahu sendiri. Level itu yang harus dilatih pelan-pelan," tutur Menkes Budi dalam keterangan resminya yang diterima MNC Portal.

1
2