Share

Kenapa Brown Rice Lebih Sehat Daripada Nasi Putih Bagi Penderita Diabetes?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 16:32 WIB
$detail['images_title']
Brown rice (Foto:America test kitchen )

PENDERITA diabetes harus menjaga asupan makanannya dengan baik. Mereka harus memiliki pola makan yang sehat sehari-hari. Salah satu perubahan umumnya dengan mengganti asupan nasi putih dengan brown rice alias beras coklat.

Lalu kenapa brown rice lebih sehat daripada nasi putih?

 nasi putih

Faktanya, brown rice atau nasi coklat ini memang punya Indeks Glikemik yang lebih rendah daripada nasi putih. Indeks Glikemik (GI)? GI merupakan parameter yang mengukur dampak suatu makanan terhadap kadar gula darah dan seberapa besar peningkatan kadar ini dalam tubuh.

Nah, makanan yang punya GI tinggi adalah makanan yang meningkatkan kadar gula darah lebih banyak dalam tubuh. Sedangkan makanan yang punya level GI sedang hingga rendah, sehingga tidak mengubah gula darah.

Jika brown rice dibandingkan dengan white rice, merujuk pada keterangan Harvard Health Publishing, brown rice atau nasi coklat punya skor 68, artinya masih masih masuk dalam kategori makanan GI sedang. Nasi putih, di sisi lain, memiliki skor 73 menjadikannya masuk dalam jenis makanan dengan GI tinggi.

 BACA JUGA:Luka Diabetes di Kaki Bisa Bikin Infeksi, Bagaimana Penanganannya?

Bukan hanya skor GI yang lebih baik, dari sisi kandungan serat, brown rice juga memiliki kandungan tinggi serat. Sehingga lebih baik bagi pencernaan dibandingkan nasi putih biasa.

Follow Berita Okezone di Google News

“Brown rice adalah makanan dengan indeks glikemik rendah. Hal ini menunjukkan, pembebasan gula dari beras merah tidak akan tinggi setelah dicerna,’ kata Dr. Anju Sood, ahli gizi yang berbasis di Bangalore, mengutip NDTV.

Jika gula dilepaskan secara perlahan, maka akan diserap dan dihilangkan dengan lebih baik tanpa menyebabkan lonjakan kadar gula darah dalam tubuh secara tiba-tiba.

"Nasi putih justru sebaliknya, sebagai makanan dengan GI tinggi maka ia melepaskan lebih banyak kandungan gula,” imbuh Dr. Anju Sood.

Sebagai catatan, jika Anda adalah orang dengan diabetes, silakan berkonsultasi dengan ahli diabetes atau dokter terlebih dahulu sebelum menambahkan sesuatu yang baru ke dalam pola diet makan sehari-hari.

1
2