Share

Payudara Wanita Ini Tak Berhenti Terus Tumbuh, Gara-gara Idap Kondisi Super Langka

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 13:52 WIB
$detail['images_title']
Pamelia J, (Foto: New York Post-TikTok @misspamelia)

UKURAN payudara yang besar, mungkin jadi idaman dan impian sebagian wanita. Tapi jika terlalu besar bahkan tak berhenti untuk terus berkembang, hal ini tentu saja menakutkan.

Namun kondisi inilah yang dialami oleh seorang wanita bernama Pamelia, di usianya yang sudah 27 tahun, kedua payudaranya justru tak berhenti untuk terus bertumbuh besar. Kondisi payudaranya yang terus bertumbuh besar, membuat Pamelia yang awalnya mengenakan bra ukuran J berubah jadi ukuran M hanya dalam kurun waktu 8 bulan saja.

Gangguan kesehatan ini, disadari Pamelia sekitar setahun yang lalu. Ia menyadari bahwa payudaranya tumbuh pesat, setelah ukura branya terus bertambah dari waktu ke waktu. Selanjutnya, ia mulai merasakan sakit punggung parah ketika ukuran dadanya meningkat dari 39 inci menjadi 51 inci.

"Awalnya menyenangkan dan menarik untuk melihat seberapa besar ini akan tumbuh, tetapi baru-baru ini menjadi tidak nyaman, dan saya berharap memiliki payudara berukuran normal," kata Pamelia kepada SWNS.

Akhirnya pada Maret 2022, Pamelia dirujuk ke ahli bedah pada Maret 2022. Setelah melakukan pemeriksaan, ibu satu anak tersebut s didiagnosis dengan kondisi yang sangat langka yang disebut Gigantomastia, dikutip dari New York Post, Kamis (19/1/2023).

Follow Berita Okezone di Google News

Secara medis, Gigantomastia diketahui merupakan kondisi yang super langka, kondisi yang menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara tumbuh dengan cepat dan berlebihan. Pertumbuhan payudara yang cepat dan berlebihan ini, menurut National Center for Advancing Translational Sciences bisa mengakibatkan masalah kesehatan lainnya, mulai dari mastalgia (nyeri payudara), ulserasi atau infeksi, masalah postur, nyeri punggung dan cedera traksi kronis pada saraf interkostal yang mengakibatkan hilangnya sensasi puting payudara.

Kondisi kesehatan super langka seperti Gigantomastia, dikatakan bisa disebabkan oleh berbagai faktor termasuk perubahan hormonal, obat-obatan dan penyakit autoimun. Namun sayangnya, hingga berita ini dilansir penyebab penderitaan Pamelia saat ini tidak diketahui.

Selain nyeri punggung parah, akibat payudaranya yang tak berhenti tumbuh tersebut, Pamelia dikatakan juga jadi mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan sedang menjalani tes untuk melihat apakah kedua kondisi tersebut bisa berhubungan satu sama lain,  namun  sejauh ini belum diberikan penjelasan perihal kondisinya tersebut.

“Sangat tidak nyaman, payudara ini sangat berat, dan saya bisa sangat kesakitan,” aku Pamelia.

Tak hanya masalah kesehatan secara fisik, kesehatan mental wanita yang berprofesi sebagai model itu juga ikut tergerus. Mulai dari karena sulit menemukan pakaian yang nyaman, hingga tatapan dan penghakiman dari banyak orang asing.

“Saya susah dapat pakaian untuk sesuai dengan payudara saya, dan akhirnya hanya pakai T-shirt kebesaran. Ada pilihan yang sangat terbatas untuk wanita berpayudara besar, terutama jika kita tak ingin belahan dada terlihat, ” tutur Pamelia.

“Kalau saya pakai baju ketat, ada wanita lain yang memperhatikan. Saya jadi merasa kotor karena payudara besar ini, makanya saya lebih pilih berdiam diri di rumah. Kesehatan mental saya terganggu karena ini,” sambungnya.

Sebagai bentuk usaha pengendalian, Pamelia sendiri telah mencoba menurunkan berat badan, tetapi payudaranya masih terus membesar saat berat badannya turun beberapa kilogram. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk menjalani operasi pengecilan-pengurangan payudara (breast reduction)

Namun ia disarankan oleh para profesional medis untuk menunggu sampai setelah melahirkan untuk menjalani operasi tersebut. Disebutkan lebih lanjut, masih ada kemungkinan payudaranya bisa tumbuh kembali ke ukurannya saat ini bahkan setelah operasi pengecilan payudara.

1
3