Share

Kenapa Penolakan Hubungan Suami Istri Bisa Berujung KDRT?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 01:03 WIB
$detail['images_title']
Penolakan hubungan suami istri (Foto: Loper)

SALAH satu penyebab Ferry Irawan melakukan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT kepada Venna Melinda adalah menolak hubungan suami-istri. Padahal sang suami waktu itu sedang ingin melakukan.

Kasus menolak hubungan seksual dalam rumah tangga yang berujung KDRT bukan hal baru di masyarakat kita. Kejadian serupa mungkin pernah Anda dengar dari tetangga atau cerita kehidupan selebriti di media sosial.

 frustasi ditolak secara seksual

Menjadi pertanyaan sekarang, kenapa banyak kasus menolak hubungan suami istri berujung KDRT? Apakah KDRT dimaksudkan agar pasangan jera dan lebih nurut?

Dijelaskan Psikolog Klinis Meity Arianty, pelaku KDRT mungkin mengalami frustasi karena keinginannya tidak terpenuhi. Ya, salah satunya soal ditolak berhubungan seksual oleh pasangan.

"Jika karena ditolak seks oleh suami atau istri, lalu seseorang melakukan KDRT, itu artinya orang tersebut kurang dapat mengontrol diri atau mengelola emosi dan melampiaskan frustasi ke pasangan, yang pada akhirnya melakukan KDRT supaya menunjukkan kekuasaannya," papar Mei saat dihubungi MNC Portal, Kamis (19/1/2023).

 BACA JUGA:Apa Dampak Sering Ditolak Hubungan Seks Bagi Pria?

Berdasarkan hasil penelitian, lanjut Mei, jika pelaku KDRT adalah suami, pada kebanyakan kasus, itu karena suami ingin dianggap lebih tinggi statusnya di rumah tangga. Karena kedudukan itu, suami merasa punya kekuasaan penuh dalam rumah tangga dan perintahnya harus dituruti.

Follow Berita Okezone di Google News

"Sikap seperti ini mengakibatkan suami lebih agresif ke pasangan," terang Mei.

Diperlukan komunikasi yang baik antar suami dan istri dalam menjalin rumah tangga. Soal kedudukan mana yang paling berkuasa dan mana yang tidak pun mesti didiskusikan dengan matang antara suami dan istri.

"Namun, satu yang pasti bahwa pasangan melakukan KDRT itu bukan terjadi tiba-tiba, tapi pada kebanyakan kasus pelaku sudah punya riwayat sebelumnya misal mudah marah, pernah melakukan tindak kekerasan, atau bersikap agresif," tambah Mei.

1
2