Share

Marak Remaja Hamil Duluan, Wajarkah Orang Tua Overprotektif?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 05:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: Unsplash)

RATUSAN remaja di beberapa daerah di Indonesia dilaporkan hamil duluan. Kabar ini tentu bikin para orangtua ketar-ketir, tidak mau hal serupa terjadi pada anak mereka.

Seperti yang disampaikan Eni, ibu dari 3 anak yang salah satunya adalah remaja berusia 15 tahun. Menurutnya, beredarnya kabar ratusan remaja hamil di luar nikah bikin dirinya makin protektif ke anak.

 remaja hamil

"Wajar banget orangtua makin protektif ke anak. Di era digital kayak gini, media sosial itu seperti pedang bermata dua, bisa positif bisa negatif ke anak," katanya saat diwawancarai MNC Portal, Kamis (19/1/2023).

Maka dari itu, Eni sangat terbuka dengan anak-anaknya soal pendidikan seksual dan pendidikan kesehatan reproduksi, termasuk ke anak perempuannya soal kehamilan yang bisa terjadi jika seorang perempuan sudah menstruasi.

"Dikasih tahu sejak awal rambu-rambunya, termasuk konsep reproduksi, mana hal yang boleh dan gak boleh, termasuk soal seks bahwa tandanya kalau cewek haid itu sudah bisa hamil kalau kebablasan," jelasnya.

"Kami sebagai orangtuanya juga magerin anak-anak dari jauh dengan agama dan edukasi yang mereka pahami. Diawasi juga dengan siapa dia mainnya," tambah Eni.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut Psikolog Karina Istifarisny, orangtua sudah kewajibannya untuk protektif ke anak, tapi jangan juga overprotektif. Gimana caranya protektif tapi gak over?

"Beri anak edukasi seksual, pandu mereka, jangan sampai mereka ingin tahu dan malah cari-cari sendiri ke sumber yang kurang tepat. Sumber utamanya harus dari orangtua," kata Karina.

 remaja hamil

Pada anak remaja, penting memberikan mereka pengetahuan tentang reproduksi mulai dari merawat kesehatannya sampai soal kehamilan.

"Bila perlu, nonton bareng dengan si anak proses hamil di Youtube ada atau beri edukasi saat beli pembalut. Jelasin kemudian apa itu menstruasi," saran Karina.

"Jangan lupa, informasi tentang penyakit menular seksual juga harus diberitahu ke anak supaya mereka paham risiko tindakan seksual, selain kehamilan," tambahnya.

1
2