Share

Podcast Aksi Nyata: Kasus KDRT Meningkat 75 Persen Saat Pandemi

Syifa Fauziah, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 17:51 WIB
$detail['images_title']
KDRT meningkat (Foto: ist)

SELAMA pandemi-Covid-19, kasus kekerasan dalam rumah tangga atau (KDRT) mengalami kenaikan. Menurut catatan Komnas Perempuan, kasus KDRT terhadap perempuan naik sebesar 75% tahun 2020.

Politis Partai Perindo, Dr. Jeanne Bernadine Tidajoh, M. Pd mengatakan, faktor pertama pemicu KDRT adalah ekonomi. Banyak suami yang mengalami PHK di tempat kerjanya sehingga perekonomian rumah tangga berubah drastis.

 KDRT

"Jalan keluarnya istri kerja dengan penghasilan yang tidak besar. Suaminya minta uang untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti beli rokok atau kopi, istri komplain dan itu bisa jadi pemicu KDRT juga," ujar Jeanne dalam Podcast Perindo bertajuk 'Kasus KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Kok Bisa?', Kamis (19/1/2023).

Selain itu juga karena pergaulan. Jeanne memberi contoh saat seorang suami pulang kerja, mereka memilih untuk mampir ke cafe dibanding langsung pulang ke rumah. Ini bisa jadi awal pemicu KDRT juga.

"Para suami harus bijak juga bahwa ada yang menunggu di rumah. Kalau suami mampir ke cafe ya hal yang biasa, tapi bila terlalu sering justru tidak wajar. Sehingga menurutnya seorang suami harus bijak bila sudah punya keluarga," jelasnya.

 BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Karir dr. Ekles Jadi Doctorpreneur, Berawal Dari Modal Rp5 Juta

Selain saling memahami, cara agar terhindar dari KDRT adalah harus saling sabar. Misal sedang diuji dari segi ekonomi harus saling membantu.

"Sebagai wanita harus sabar dan mengerti situasi serta kondisi. Perempuan harus sadar kalau kehidupan tidak selamanya diatas, jadi harus mengerti dan paham. Cara itu bisa meminimalisir KDRT," tutu Jeanne.

Follow Berita Okezone di Google News

(DRM)

1
1