Share

Mengenal Dislipidemia, Kondisi Akibat Sering Konsumsi Makanan Berminyak

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 05:00 WIB
$detail['images_title']
Mengenal dislipidemia. (foto: Unsplash)

SAJIAN kuliner bernama "Nasi Minyak" viral di media sosial. Menu itu menyajikan sepiring nasi dengan sambel yang bergelimang minyak.

Namun, video Tiktok akun @tiktok_kulineran yang diunggah ulang oleh akun Twitter @txtdrkuliner itu mendapat respon yang beragam. Komentar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomein Takdir cukup menarik perhatian.

Ia mengkhawatirkan para pecinta kuliner "Nasi Minyak" itu akan dampak yang mungkin ditimbulkan pada tubuh.

Nasi minyak


"Saya khawatir dampaknya ke peningkatan kasus dislipidemia dan turunannya. Apa bisa gak usah pakai minyak?," tulis dr. Koko.

Dalam cuitan berikutnya ia juga menjelaskan apa itu Dislipidemia. Dari cuitan tersebut diketahui Dislipidemia adalah tingkat yang tidak sehat dari satu atau lebih jenis lipid (lemak) dalam darah. Darah mengandung tiga lipid utama, yakni Lipoprotein densitas tinggi (HDL), Lipoprotein densitas rendah (LDL), dan Trigliserida (TG).

Penyakit dislipidemia memang belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Namun gejala dislipidemia ini sering sekali dirasakan oleh masyarakat. Bila seseorang secara periodik mengalami keluhan seperti merasa pusing, pegal pada tengkuk, atau merasa kesemutan pada ujung tangan dan kaki, bisa jadi itulah gejala yang diakibatkan oleh dislipidemia.

Selain itu juga gejala serangan jantung seperti nyeri dada yang diikuti dengan sesak napas dan keringat dingin, salah satu penyebabnya adalah dislipidemia.

Follow Berita Okezone di Google News

Kecuali sudah parah, kebanyakan orang dengan dislipidemia tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Seorang dokter biasanya akan mendiagnosis dislipidemia selama tes darah rutin atau tes untuk kondisi lain.

Dislipidemia terjadi karena gangguan metabolisme. Namun yang kerap terjadi umumnya disebabkan karena konsumsi makanan tinggi lemak yang berlebih sehingga menimbulkan obesitas yang disertai dengan kurangnya aktivitas fisik.

 makanan berminyak

Dikutip dari berbagai sumber, mengacuhkan gejala dislipidemia akan berdampak jangka panjang, yaitu penyumbatan pembuluh darah. Contoh bila kadar kolesterol tetap tinggi maka plak akan semakin bertambah sehingga pembuluh darah semakin sempit dan mudah tersumbat. Jika sumbatan terjadi di pembuluh darah koroner maka akan menyebabkan serangan jantung dan bila terjadi di pembuluh darah otak maka akan menyebabkan stroke.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit dislipidemia. Antara lain sebagai berikut.

1. Hindari produk hewani terutama jeroan, otak, kuning telur, daging merah yang berlemak

2. Rajin konsumsi ikan segar sebagai antioksidan 2-3 kali perminggu

3. Kurangi karbohidrat murni seperti gula dan madu serta makan makanan manis (kecap, dendeng, abon, coklat). 4. Tingkatkan konsumsi serat khususnya sayuran dan buah seperti labu, terong, oyong, melon, semangka, belimbing. 5. Atur menu makanan dengan sedikit minyak dan sedikit santan

6. Sebaiknya sukai cara memasak dengan metode merebus, menumis, menanak ataupun mengkukus.

1
2