Share

Pecah Pembuluh Darah di Kepala, Berisiko Kurangi Fungsi Otak?

Annastasya Rizqa, Jurnalis · Selasa 17 Januari 2023 19:38 WIB
$detail['images_title']
fungsi otak, (Foto: Freepik)



KEJADIAN yang menimpa presenter kondang Indra Bekti, yang mengalami pecahnya pembuluh darah di otak bisa menimpa siapa saja dan kapan saja.

Tak hanya membuat dirinya tak sadarkan diri saat di kamar mandi, Indra Bekti diketahui harus menjalani dua kali tindakan operasi di bagian otaknya.

Kasus pecahnya pembuluh darah di kepala ini sontak menimbulkan banyak pertanyaan masyarakat awam. Terlebih tindakan operasi yang dilakukan di area otak, yang membuat orang awam mengira-mengira, apakah operasi semacam ini bisa berdampak pada fungsi otak itu sendiri dan pada akhirnya bisa mengurangi kualitas hidup seseorang.

Dirut RS Pusat Otak Nasional Prof. Mahar Mardjono (RSPON), dr. Mursyid Bustami Sp.S(K), KIC, MARS mengungkapkan, memang dalam kasus seperti ini, tindakan penanganan pecah pembuluh darah di kepala perlu dilakukan dengan cepat, agar risiko terjadinya penurunan fungsi otak bisa diminalisir.

“Kalau ditangani secepat-cepatnya dan dengan tepat dan  kemudian dilakukan rehabilitasi, itu (bisa) mengurangi kerusakan dari otak,” ujar dr. Mursyid dalam siaran Instagram Live Okezone, Menekan Risiko Pecah Pembuluh Darah Pecah di Otak yang Tak Kenal Usia”, Selasa (17/1/23).

Follow Berita Okezone di Google News

“Bahkan bisa sembuh kembali seperti biasa,” sambungnya.

Penanganan yang cepat dan tepat, sangat kritikal dalam kasus pecahnya pembuluh darah otak, dr. Mursyid menyebut fungsi otak memang bisa menurun jika penangan pecah pembuluh darah otak tidak dilakukan dengan cepat.

“Kalau terlambat ditangani, walaupun sudah dilakukan operasi itu tidak baik. Jadi makin cepat ditangani, maka semakin baik,” pungkas dr. Mursyid singkat.

 BACA JUGA:Menkes Sebut Indonesia Lolos dari 2 Gelombang Varian Baru Covid-19

BACA JUGA:Siap-siap, Menkes Segera Rilis Data Survei Level Kekebalan Masyarakat

1
2