Share

Viral Kuliner "Nasi Minyak," Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ingatkan Bahaya Dislipidemia

Vivin Lizetha, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2023 05:00 WIB
$detail['images_title']
Viral kuliner "nasi minyak," dokter ungkap bisa sebabkan penyait dislipidemia. (foto: Tangkap layar)

SAJIAN kuliner bernama "Nasi Minyak" viral di media sosial. Menu itu menyajikan sepiring nasi dengan sambel yang bergelimang minyak.

Proses pembuatan sambelnya juga tampak dalam video. Cabe yang sudah dimasak dan dihaluskan sedemikian rupa, kemudian disiram minyak dalam jumlah yang tumpah ruah.

Tentu saja, sajian itu sangat menggugah selera. Apalagi bagi Anda yang suka makanan pedas dan berminyak.

 Viral nasi minyak

Namun, video Tiktok akun @tiktok_kulineran yang diunggah ulang oleh akun Twitter @txtdrkuliner itu mendapat respon yang beragam. Komentar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomein Takdir cukup menarik perhatian.

Ia mengkhawatirkan para pecinta kuliner "Nasi Minyak" itu akan dampak yang mungkin ditimbulkan pada tubuh.

"Saya khawatir dampaknya ke peningkatan kasus dislipidemia dan turunannya. Apa bisa gak usah pakai minyak?," tulis dr. Koko.

Dalam cuitan berikutnya ia juga menjelaskan apa itu Dislipidemia. Dari cuitan tersebut diketahui Dislipidemia adalah tingkat yang tidak sehat dari satu atau lebih jenis lipid (lemak) dalam darah. Darah mengandung tiga lipid utama, yakni Lipoprotein densitas tinggi (HDL), Lipoprotein densitas rendah (LDL), dan Trigliserida (TG).

Ketiga lipid ini akan menjadi tak normal jika kerap mengonsumsi makanan berminyak. Faktor risiko lainnya bisa karena keturunan atau genetik, obesitas, memiliki diabetes tipe 2, hipotiroid, dan sakit ginjal kronis.

Follow Berita Okezone di Google News

Kecuali sudah parah, kebanyakan orang dengan dislipidemia tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Seorang dokter biasanya akan mendiagnosis dislipidemia selama tes darah rutin atau tes untuk kondisi lain.

Dislipidemia yang parah atau tidak diobati dapat menyebabkan kondisi lain, termasuk penyakit arteri koroner (CAD) dan penyakit arteri perifer (PAD).

Baik CAD maupun PAD dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, termasuk serangan jantung dan stroke. Gejala umum dari kondisi ini meliputi:

1. Sakit kaki, terutama saat berjalan atau berdiri

2. Sakit dada

3. Sesak atau tekanan di dada dan sesak napas

4. Rasa sakit, sesak, dan tekanan di leher, rahang, bahu, dan punggung

5. Gangguan pencernaan dan mulas

6. Masalah tidur dan kelelahan siang hari

7. Pusing

8. Palpitasi jantung

9. Keringat dingin

10. Muntah dan mual

11. Pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, telapak kaki, perut, dan urat leher

12. Pingsan

1
2