Share

Menoleh Terlalu Cepat, Arteri Leher Pria Ini Terputus!

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 17 Januari 2023 07:00 WIB
$detail['images_title']
cedera leher gara-gara menoleh terlalu cepat, (Foto: Freepik)

TERKADANG pada suatu waktu tertentu kita tak sengaja melakukan gerakan tubuh yang terlalu cepat. Contohnya, saat memalingkan leher atau menoleh.

Namun siapa duga, gerakan sederhana seperti menoleh ini ternyata bisa mengakibatkan dampak serius. Contohnya yang dialami pria bernama Joel Hentrich satu ini.

Joel disebutkan mengalami cedera tak terduga di lehernya, karena menoleh memutarkan lehernya terlalu cepat saat bermain pickleball. Imbasnya, Joel yang sebetulnya adalah pria jfit dan sehat mengalami pecah arteri di bagian lehernya, melansir Oddity Central, Selasa (17/1/2023).

Pria dari Festus, Missouri tersebut dikisahkan mengalami kecelakaan ini pada November 2022, saat ia bersama beberapa temannya sedang bermain pickleball (olahraga raket mirip dengan tenis). Saat asyik bermain, Joel yang semangat untuk mencari bola tak sengaja menggerakan lehernya dengan cepat saat menoleh ke satu sisi.

 

Follow Berita Okezone di Google News

Tak lama, setelah itu ia mulai merasakan dan mendengar letupan kuat di belakang kepalanya dan mengalami gejala yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Joel mulai merasakan vertigo parah sampai harus dibopong oleh teman-temannya, karena tak sanggup untuk bisa berjalan sendiri.

“Saya merasa mual yang ekstrim sampai muntah, lalu kesemutan di sisi kiri wajah, tangan, dan sebagian kaki saya,” kata pria saat diwawancara SWNS.

Joel kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat, untungnya ia langsung ditindak oleh perawat yang bertugas di IGD dengan langsung mengaktifkan protokol untuk korban yang diduga terkena stroke. Beberapa menit kemudian, pria berusia 35 tahun itu dibawa untuk pemeriksaan CT scan dan MRI.

 BACA JUGA:Bagaimana Penanganan Tulang Rusuk Retak, Kondisi yang Dialami Venna Melinda?

BACA JUGA:Imbas KDRT, Venna Melinda Alami Cedera Hidung hingga Nyeri Tulang Rusuk

Dokter mengatakan, arteri di leher Joel terputus yang telah memicu tiga pukulan di otak kecil bagian bawahnya tepatnya bagian otak yang bertanggung jawab untuk koordinasi dan gerakan. Joel yang sehat dan fit sebelumnya pun, terkejut mendengar diagnosa dokter.

Namun ia merasa bersyukur karena mendapat penanganan cepat dan tepat, karena perawat di IGD peka akan kondisi yang ia alami.

“Seandainya perawat itu tidak menganggap sakit saya serius dan meninggalkan saya di luar sana untuk menunggu, saya yakin setidaknya saya akan punya cacat permanen dalam hal keseimbangan dan koordinasi,” kata Joel.

Setelah dirawat dua hari di rumah sakit, Joel sudah bisa bisa berjalan dengan kedua kakinya sendiri, tanpa mengalami gejala yang mengkhawatirkan dan telah pulih sepenuhnya.

1
3