Share

Tingkat Kematian Milenial karena Stroke Diprediksi Meningkat Dibanding Generasi X

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis · Senin 16 Januari 2023 07:00 WIB
$detail['images_title']
Generasi milenial, (Foto: Freepik)

STROKE memang tak boleh dipandang sebelah mata, selain bisa menyerang berulang kali dan bisa menyerang orang-orang di usia muda. Nyatanya, stroke juga begitu berpengaruh pada kematian.

Tahukah Anda, dan ternyata stroke merupakan salah satu penyebab utama angka kematian di Amerika Serikat. Tercatat lebih dari 795.000 orang mengalami stroke setiap tahunnya.

Baru-baru ini, analisis dari peneliti di Rutgers University menunjukan, bahwa tingkat kematian akibat stroke di AS sempat menurun dari tahun 1975 hingga 2019. Namun tren ini, diperkirakan akan berubah untuk kalangan generasi milenial seiring bertambahnya usia.

Mengutip Healthline, Senin (16/1/2023) menurut peneliti, kasus kematian akibat stroke akan meningkat di kalangan generasi milenial yakni  orang-orang yang lahir dari tahun 1981 hingga 1996, dibanding generasi sebelumnya.

Insiden stroke telah meningkat di kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir, namun kematian akibat stroke jarang terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. Berdasarkan analisis Rutgers, kematian akibat stroke mulai meningkat seiring bertambahnya usia.

Cande Ananth penulis utama studi di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School mengatakan, bahwa karena sifat observasional dari analisis Rutgers, penelitian ini tak dirancang untuk memeriksa faktor risiko di kalangan milenial. 

Follow Berita Okezone di Google News

Ia menyebut, banyak hal yang jadi pemicu dari serangan stroke yang mematikan tersebut.

"Ada banyak faktor risiko seperti obesitas, merokok, dan penggunaan alkohol, diabetes dan hipertensi, yang mempengaruhi seseorang untuk meningkatkan risiko kematian akibat stroke," jelas Cande.

Cande juga meng-highlight, faktor stres yang berpeluang jadi kontributor terjadinya peningkatan kematian terkait stroke di kalangan generasi milenial. Tapi, ia menegaskan, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan, apakah pemicu stres baru akibat dunia yang berubah sebagai risiko potensial dari kematian karena serangan stroke.

Sementara itu, Dr. Atif Zafar, ahli saraf telestroke dan direktur medis dari program stroke di Rumah Sakit St. Michael di Toronto memaparkan alasan lain. Menurutnya, peluang tinggi kematian akibat stroke di kalangan generasi milenial, bisa dipicu kemungkinan bahwa di generasi ini tak semua orang bisa mendapatkan perawatan medis yang di butuhkan.

Merujuk pada penelitian sebelumnya, didapati bahwa memang hanya 65 persen generasi milenial yang memiliki dokter perawatan primer, dibanding dengan 82 persen baby boomer dan 74 persen di generasi X.

Selain itu, generasi milenial juga menghadapi tantangan yang berbeda dibanding dengan generasi sebelumnya.

"Ketika kehidupan dan pekerjaan telah menjadi lebih menuntut karena teknologi dan meningkatnya efisiensi di dunia, kaum milenial punya lebih sedikit waktu untuk diri mereka sendiri. Maka dari itu kesehatan pribadi mereka terganggu," jelas Dr. Zafar.

 BACA JUGA:Studi: Makan dengan Emosional, Buruk untuk Kesehatan Jantung

BACA JUGA:Studi Sebut Mahasiswa Suka Menunda Tugas Bisa Depresi hingga Miskin

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.