Share

Hobi Main Sepakbola? Kenali 8 Bentuk Risiko Cederanya

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 15 Januari 2023 07:00 WIB
$detail['images_title']
risiko cedera berolahraga sepakbola, (Foto: Freepik)

SAAT seseorang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, artinya ia juga berpeluang mengalami cedera. Cedera dalam berolahraga sendiri, merupakan hal yang lumrah bisa dialami oleh siapa saja, termasuk orang-orang yang hobinya berolahraga sepakbola.

Mengapa demikian? Diungkap dr. Grace Joselini Corlesa, Sp.KO, Spesialis Kedokteran Olahraga di RS Pondok Indah, sepak bola merupakan salah satu contact sports yang rawan cedera, karena olahraga ini melibatkan kontak fisik yang tinggi antar pemainnya.

"Kontak fisik yang keras dapat terjadi hampir setiap saat, ketika pemain menggiring bola, merebut bola dengan kaki atau beradu kepala di udara, sampai ketika menendang bola ke gawang,” kata dr. Grace, dalam keterangannya dikutip, Minggu (15/1/2023).

“Pesepakbola bisa cedera ringan, seperti memar atau lecet, cedera pada ligamen, otot, tendon, sendi, tulang, hingga cedera kepala," imbuhnya.

Lantas apa saja sih contoh bentuk beberapa cedera yang kerap dialami pesepakbola atau orang-orang yang hobi olahraga sepakbola? Berikut paparannya di bawah ini.

1. Cedera ligament: Termasuk jadu cedera yang menjadi momok pesepakbola, cedera di bagian anterior cruciate ligaments (ACL), yakni ligamen penahan persendian lutut. Cedera ACL disebabkan ketika pemain bergerak terlalu cepat, atau gerakan memutar lutut yang tiba-tiba.

2. Strain: Robek atau meregangnya otot, otot yang kerap mengalami cedera strain ini adalah otot hamstring yang membentang dari bagian bawah bokong hingga bagian belakang lutut. Gerakan berlari, mengejar bola, dan berhenti dalam sepakbola dapat menyebabkan cedera di bagian otot ini.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Cedera tendon: Tendon adalah jaringan ikat fibrosa yang menghubungkan otot ke tulang. Dalam sepakbola, cedera tendon bisa mengenai tendon lutut atau tendon pergelangan kaki bagian belakang (tendon achiles). Kondisi ini umumnya terjadi akibat jatuh langsung pada lutut atau mendarat dengan keras ketika gerakan melompat.

4. Robekan meniscus: Robeknya bantalan untuk sendi lutut, yang mana robekan pada meniskus ini menyebabkan rasa sakit dan bengkak, serta keterbatasan dalam bergerak. Cedera ini sering disebabkan oleh gerakan memutar lutut secara tiba-tiba.

5. Dislokasi: Alias terlepasnya sendi dari tempat yang seharusnya akibat hantaman keras antar pemain. Saat mengalami dislokasi, biasanya timbul gejala berupa rasa nyeri, kesulitan bergerak, dan ada penurunan kekuatan pada area yang terlibat, dan bisa juga tampak adanya bentuk sendi yang tidak seharusnya.

 BACA JUGA:Punya Testis Lebih dari Dua, Bahaya Gak Sih?

BACA JUGA:Viral Momen Lintah Masuk Hidung Seorang Wanita, Ini 4 Cara Lepas dari Gigitannya!

6. Runner’s Knee: Cedera lutut ini menyebabkan tulang rawan di bawah tempurung lutut rusak. Kerusakan dapat disebabkan karena adanya benturan pada lutut atau overuse injury pada lutut.

7. Shin splints: Terjadinya nyeri di bagian tulang kering bagian bawah, yang umumnya terjadi saat latihan fisik atlet sepakbola. Bisa kejadian karena berlatih menggunakan alas kaki yang tak tepat.

8. Cedera kepala: Tahukah Anda, kalau dari semua jenis olahraga, sepakbola lah yang punya risiko gegar otak yang paling tinggi. Gegar otak sendiri merupakan bentuk trauma serius yang bisa mengubah cara kerja otak, biasanya mengakibatkan sakit kepala serta sejumlah masalah pada memori, konsentrasi, keseimbangan, dan koordinasi.

Gegar otak sering terjadi saat pemain beradu kepala dengan pemain lain ketika merebut bola, saat penjaga gawang melompat untuk menghalau bola masuk ke gawang dan mendarat di bagian kepala, atau bisa juga ketika kepala pemain membentur lapangan akibat jatuh karena dihadang lawan.

1
3