Share

Rakyat China Berburu Vaksin Jenis mRNA Sampai ke Hong Kong

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2023 14:10 WIB
$detail['images_title']
Yoyo Liang, (Foto: Reuters-Tyrone Siu)

PULUHAN rakyat China bergegas langsung ke Hong Kong begitu perbatasan dan traveling kembali dibuka oleh pemerintah China.

Bukan untuk berwisata, namun para penduduk China daratan tersebut diketahui berburu vaksin Covid-19 jenis mRNA yang memang tidak tersedia di China. Mengingat infeksi Covid-19 di China kembali memanas sejak akhir 2022 dan membuat masyarakat, pemerintah dan sistem kesehatan di negeri itu kewalahan.

Sejak Kamis 12 Januari 2023, seperti dilapor Reuters, Jumat (13/1/2023) rumah sakit swasta di wilayah administrasi khusus China di Hong Kong sudah menyambut gelombang pertama orang-orang dari China daratan, hanya lima hari setelah China membuka kembali perbatasannya untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Yoyo Liang, penduduk Beijing berusia 36 tahun diketahui jadi salah satu orang China pertama yang datang ke Virtus Medical Center untuk divaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin jenis mRNA buatan BioNTech. Demi bisa mendapatkan vaksin BioNTech tersebut, Liang rela membayar biaya sekitar USD241 atau sekitar Rp3,6juta.

 Liang sendiri sebelumnya sudah menerima tiga dosis vaksin lokal buatan China, Sinovac dalam kurun waktu selama dua tahun terakhir ini. Namun ia merasa harus mendapatkan vaksin booster jenis lain, vaksin booster bivalen produksi Pfizer-BioNtech agar bisa lebih melindungi dirinya dari virus penyebab infeksi Covid-19.

Follow Berita Okezone di Google News

"Saya sangat tergoda untuk mendapatkan vaksin jenis mRNA ini karena perbatasan suka dibuka kembali. Tidak ada vaksin jenis ini yang tersedia di China,” kata Liang usai divaksin.

Sementara itu, diungkap kepala medis Virtus, ia mengharapkan akan lebih banyak penduduk China yang datang ke Hong Kong dalam beberapa minggu dan bulan mendatang untuk divaksinasi dengan vaksin mRNA.

 BACA JUGA:Banyak yang Konsumsi, Kenapa Tak Semua Keracunan Ciki Ngebul?

BACA JUGA:Waspada! Ciki Ngebul Bisa Sangat Berbahaya Bagi Pengidap Asma

"Permintaan meningkat, tetapi kami paham ada banyak orang yang terinfeksi baru-baru ini. Sehingga mereka tak bisa langsung divaksin booster, karena harus menunggu setidaknya tiga bulan terlebih dahulu,” kata Samuel.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.