Share

Banyak yang Konsumsi, Kenapa Tak Semua Keracunan Ciki Ngebul?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2023 11:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Nitrogen Cair pada Makanan. (Foto: Unsplash)

KASUS keracunan ciki ngebul yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir memang telah memakan puluhan korban anak-anak. Kasus ini pun terjadi lantaran penggunaan nitrogen cair yang ditambahkan dalam jajanan kekinian.

Tapi, yang mungkin juga menjadi pertanyaan banyak orang adalah kenapa anak-anak lain yang mengonsumsi makanan tersebut ternyata tidak mengalami keracunan seperti beberapa lainnya?

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Anas Ma'ruf mengatakan bahwa ciki ngebul menjadi berbahaya karena di dalamnya mengandung nitrogen cair. Nitrogen cair sendiri jika terpapar langsung ke tubuh bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, mulai dari luka bakar, kerusakan organ dalam, hingga sulit bernapas akibat asap yang keluar dari nitrogen cair.

"Tapi, lain cerita kalau ciki yang dimakan sudah tidak mengandung nitrogen cair. Ya, artinya, ciki baik-baik saja, tidak menyebabkan keracunan," ungkapnya pada awak media secara daring, belum lama ini.

Itu juga yang membuat beberapa anak yang mengonsumsi ciki ngebul level keparahan gejalanya berbeda-beda. Ya, ada korban keracunan yang tidak terlalu serius hingga luka parah di ususnya.

"Ini juga yang membuat kebanyakan korban ciki ngebul tidak memerlukan perawatan serius. Mereka kebanyakan dirawat di puskesmas dalam waktu sehari, lalu dinyatakan sembuh total," jelasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

"Hanya ada satu pasien keracunan ciki ngebul yang dirawat di rumah sakit hingga dioperasi. Ini karena cairan nitrogen yang masuk jumlahnya banyak," tambah Anas.

Hal ini sejalan dengan apa yang dipahami Mantan Petinggi Badan Kesehatan Dunia Profesor Tjandra Yoga Aditama. Menurutnya, pangan akan aman dikonsumsi meski mengandung nitrogen cair jika penggunaannya tepat.

"Akan tidak aman kalau makanan yang diproses dengan nitrogen cair langsung dikonsumsi begitu selesai dibuat. Seharusnya, ada selang waktu dulu yang memungkinkan residu nitrogen cair itu menguap habis dulu, baru kemudian lebih aman dikonsumsi," katanya pada MNC Portal, Jumat (13/1/2023).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga menerangkan, beberapa jenis makanan beku tertentu juga menggunakan nitrogen cair untuk memprosesnya. "Tetapi memang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga nitrogen cairnya sudah menguap seluruhya dan baru kemudian dijual ke konsumen," tambah dia.

1
2