Share

Belajar dari Kasus Anak di Pemalang, Seberapa Bahaya Sengatan Tawon Vespa?

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2023 13:00 WIB
$detail['images_title']
Tawon vespa affinis, (Foto: Journal of Medical Reports)

SEORANG anak berusia 7 tahun di Desa Widuri Pemalang, diketahui menjadi korban sengatan tawon vespa pada Selasa 10 Januari lalu. Digigit tawon vespa, sang anak sampai menangis histeris kesakitan hingga mengakami lebam pada tubuhnya.

Tawon vespa affinis, dikutip dari laman resmi Dinas Pemadam Kebaran dan Penyelamatan Kota Palangkaraya, merupakan tawon predator yang biasanya di wilayah subtropis Asia antara lain Hongkong, Taiwan, Sri Lanka, Burma, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.

Sebagai predator, tawon atau lebah ini memang mematikan. Dijelaskan dalam laporan jurnal kasus tawon vespa affinis di laman resmi Journal of Medical Case Reports, tawon vespa affinis ini pernah jadi dalang di balik jumlah kematian tertinggi terkait sengatan Hymenoptera.

Mengutip laman Journal of Medical Case Reports, Kamis (12/1/2023) disebutkan korban yang digigit tawon satu ini akhirnya harus meregang nyawa, alias meninggal dunia hanya dalam waktu beberapa jam setelah digigit karena mengalami komplikasi seperti infark miokard dan kegagalan banyak organ.

Salah satu contoh kasusnya, terjadi pada sepasang suami istri di Sri Lanka, masing-masing berusia 48 dan 46 tahun yang diketahui meninggal dunia setelah digigit tawon vespa affinis atau Debara masing-masing hanya setelah 32 jam dan 9 jam setelah kejadian.

Follow Berita Okezone di Google News

Terlihat pada pemeriksaan postmortem, kedua pasien tersebut mengalami efusi pleura, edema paru akut dan gips sel darah merah dalam urin keduanya. 

Gigitan lebah atau tawon memang menyebabkan banyak luka sengatan. Namun patut diwaspadai, tidak sedikit korban gigitan yang meninggal karena komplikasi akut dan kegagalan banyak organ yang tidak bisa diprediksi. Ditambah, korban bisa meninggal dalam beberapa jam hingga beberapa hari meskipun telah diobati.

1
2