Share

Heboh Ciki Ngebul, Kemenkes Beberkan Bahaya Makanan dengan Nitrogen Cair

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 Januari 2023 07:00 WIB
$detail['images_title']
Jajanan ciki ngebul (Foto: Ist)

JAJANAN ringan anak sekolah, Ciki Ngebul tengah jadi sorotan pemerintah dan masyarakat. Sehubungan dengan kasus keracunan makanan yang dialami oleh puluhan anak, dari mulai di Ponorogo, Jawa Timur, Tasikmalaya hingga Bekasi, Jawa Barat.

Ciki ngebul ini secara visual memang sangat menarik, dari tumpukan ciki yang warna-warni ditambah dengan kepulan asap dari nitrogen cair atau liquid nitrogen, nitrogen yang berada dalam keadaan cair pada suhu yang sangat rendah.

Cairan nitrogen jernih ini memang tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga tidak mengubah rasa jika digunakan untuk makanan. Namun jika dikonsumsi, seperti dijelaskan dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI, penggunaan dan penambahan nitrogen cair pada makanan pangan siap saji yang berlebihan dan dikonsumsi jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Dalam paparan Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Anas Ma'ruf, dalam konferensi pers Update Kewaspadaan Nitrogen Cair dalam Makanan Cepat Saji, pada Kamis 12 Januari 2023, bahaya konsumsi pangan dengan campuran nitrogen cair seperti ciki ngebul ini, tak boleh dianggap enteng.

 

Follow Berita Okezone di Google News

Pertama, makanan tersebut bisa menyebabkan radang dingin, luka bakar atau cold burn terutama pada beberapa jaringan lunak seperti kulit. Dalam SE yang diterbitkan Kemenkes, disebutkan bahkan konsumsi ciki ngebul mampu membuat tenggorokan terasa seperti terbakar.

Bahkan bisa memicu terjadinya kerusakan internal organ, yang mana dipicu karena paparan suhu yang teramat dingin dan langsung bersentuhan dengan organ tubuh dalam waktu yang panjang.

Bukan hanya saat dikonsumsi dan masuk ke dalam perut, mengirup uap nitrogen cair saja, diungkap Dirjen P2P Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu, bisa membuat seseorang jadi sulit bernapas.

(Foto: Kemenkes RI)

“Nitrogen cair tidak hanya berbahaya bila dikonsumsi, uap asap nitrogen yang dihirup dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah,” jelas Dirjen Maxi.

Sebagai upaya untuk mengurangi kembali bertambahnya korban keracunan pangan akibat konsumsi ciki ngebul, Kemenkes sudah melarang penjualan ciki ngebul. Kemenkes menyatakan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) selain restoran, seperti gerai pangan jajanan keliling (pedagang kaki lima) untuk saat ini tidak direkomendasikan menggunakan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang dijual.

Pos KLB (Kejadian Luar Biasa) juga disiapkan untuk merespons kasus keracunan makanan dengan nitrogen cair seperti ciki ngebul. Dengan begitu, jika ditemukan kasus baru, bisa segera ditangani dengan cepat dan tepat.

 BACA JUGA:Catat! Biaya Perawatan Korban Ciki Ngebul tak Ditanggung Pemerintah

BACA JUGA:Kemenkes Laporkan 1 Kasus Baru Keracunan Ciki Ngebul di Jatim

1
2