Share

Ratusan Pelajar di Ponorogo Hamil Duluan, Kemenkes Soroti Pentingnya Pembinaan ke Orangtua

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 12 Januari 2023 14:10 WIB
$detail['images_title']
kehamilan dini para remaja, (Foto: Freepik)

RATUSAN anak remaja yang masih berstatus sebagai anak sekolah yang hamil di bawah umur tengah marak Ponorogo.

Para remaja ini, diketahui masih berstatus sebagai pelajar di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kasus ini mencuat dan diketahui karena banyaknya pengajuan disepensasi pernikahan dini (di bawah umur) ke Pengadilan Agama (PA) Ponorogo.

Sekadar informasi, kasus ini rata-rata adalah pelajar atau anak yang masih berusia SMP dan SMA. Permohonan dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Ponorogo pada minggu pertama tahun 2023 ada sebanyak 7 kasus permohonan dispensasi nikah dan semuanya dikabulkan karena adanya unsur mendesak.

Kemudian, PA Ponorogo mencatat pada tahun 2021 ada permohonan dispensasi nikah sebanyak 266 kasus, dan pada tahun 2022 ada 191 kasus.

"Di awal 2023 ini diawali dengan 7 perkara saya kabulkan karena semuanya itu, sudah memenuhi unsur mendesak,” ujar Ruhana Faried, Humas Pengadilan Agama Ponorogo, dikutip dari Seputar Inews, Kamis (12/1/2023).

“Sesuai aturan pasal UU Nomor 16 Tahun 2019. Ada yang hamil duluan bahkan ada yang sudah melahirkan,” lanjutnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Fenomena ratusan remaja yang hamil dan melahirkan di usia dini ini juga sampai di telinga Kemenetrian Kesehatan, dikatakan dr. Siti Nadia Tarmizi Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, ini sebagai tanda perlunya kerjasama banyak pihak, mulai dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Kementerian Agama, untuk memberikan edukasi kepada para pelajar tersebut.

“Kita berharap bersama , pihak pihak terkait seperti kegiatan UKS kita bisa edukasi anak remaja,” kata dr, Nadia, saat dihubungi MNC Portal, Kamis (12/1/2023).

Tak hanya anak, dr. Nadia menegaskan pembinaan edukasi upaya pencegahan kehamilan dan pernikahan dini juga sama pentingnya diberikan kepada orang tua.

“Juga bersama kemenang melalui pembinaan kepada orang tua untuk pencegahan,” tambahnya.

Namun memang tak dipungkiri, jika kondisinya sudah hamil maka langkah selanjutnya yang harus dilaukan adalah pedampingan hingga bimbingan pra-nikah. Mengingat, remaja untuk hamil dan menikah perlu kematangan dan pemahaman yang baik.

“Tetapi kalau sudah hamil, tentunya pendampingan yang dimulai dari bimbingan pra nikah oleh Kemenag dan rujukan pemeriksaan kesehatan. Secara psikologis, serta juga ketrampilan dan pengetahuan parenting bagaimana membesarkan anak," tutup dr. Nadia

1
2