Share

Kenali Perbedaan Sakit Batu Ginjal dan Gagal Ginjal

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 11 Januari 2023 20:00 WIB
$detail['images_title']
Perbedaan Sakit Batu Ginjal dan Gagal Ginjal, (Foto: Freepik)

Perbedaan Sakit Batu Ginjal dan Gagal Ginjal, mungkin banyak orang awam yang mengetahuinya. Mengingat dua masalah kesehatan ini sekilas memang memiliki gejala yang hampir sama.

Padahal, seperti dikutip dari laman resmi Mount Sinai, yang ditinjau Direktir Renal Transplant Program Alan Benvenisty, MD, Mount Sinai St. Luke’s dan Mount Sinai Roosevelt, Rabu (11/1/2023), sakit batu ginjal dan gagal ginjal adalah dua kondisi kesehatan yang tak sama alias berbeda, meski ada beberapa gejala yang mirip untuk batu ginjal dan gagal ginjal.

Sakit batu ginjal atau nama medisnya, nefrolitiasis atau urolitiasis sendiri memang cukup familiar. Sekitar 12 persen pria dan 5 persen wanita sakit batu ginjal saat sudah menginjak usia 70 tahun. Batu ginjal terbentuk ketika pasien memiliki kadar kalsium, oksalat, sistin, atau asam urat yang tinggi dalam urin.

(Perbedaan Sakit Batu Ginjal dan Gagal Ginjal, Foto: Shutterstock)

Selain itu, sebetulnnya batu juga bisa terbentuk saat zat-zat tersebut ada berada di level normal jika jumlah urin yang dihasilkan pasien setiap hari rendah. Zat-zat ini membentuk kristal, yang bersarang di ginjal dan secara bertahap bertambah besar, menciptakan batu ginjal.

Ketika seseorang mengidap sakit batu ginjal, umumnya mengalami gejala seperti nyeri panggul (sisi antara tulang rusuk dan pinggul), darah dalam urin, ada kerikil atau batu kecil dalam urin, hingga muntah dan nyeri saat buang air kecil.

Follow Berita Okezone di Google News

Batu ginjal ini, biasanya akan bergerak melalui saluran kemih dan keluar dari tubuh melalui urin. Jika tersangkut dan terhalangi, bisa menimbulkan rasa sakit. Namun ingat, batu ginjal ini tak selalu bisa keluar dengan sendirinya dan terkadang harus sampai butuh obat untuk membantu mempercepat alirannya atau prosedur atau operasi untuk mengeluarkannya.


(Perbedaan Sakit Batu Ginjal dan Gagal Ginjal, Foto: Shutterstock)

Asam urat, diabetes, penyakit Crohn, obesitas, dan operasi bypass lambung, kurang minum cairan seperti air mineral, pola makan dengan kadar kalsium rendah, penggunaan suplemen kalsium, pola makan dengan protein hewani tingkat tinggi, pola makan tinggi gula dan natrium bisa menjadi sederet faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena sakit batu ginjal.

Sementara gagal ginjal, diketahui punya penyebab yang berbeda. Gagal ginjal bisa terjadi, saat darah yang mengalir ke ginjal lebih sedikit dari biasanya. Pemicunya, bisa karena gagal jantung karena kemugkinan jantung tak bisa memompa cukup darah ke ginjal dan akhirnya membuat ginjal menjadi rusak.

Penyebab kerusakan ginjal termasuk infeksi, kanker, obat-obatan tertentu, dan kondisi autoimun tertentu (saat sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya). Gagal ginjal, patut diwaspadai karena pada sebagian orang bisa tidak memperlihatkan gejala sama sekali.

Meski secara umum, orang dengan gagal ginjal biasanya tanda seperti buang air kecil lebih sedikit atau tidak sama sekali, ada darah dalam urin, bengkak di tungkai atau kaki, muntah, merasa lemah, hingga merasa kebingungan.

1
2