Share

Ketahui Bahaya "Mengkretek" Leher, Seperti yang Dialami Bintang Emon!

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 11 Januari 2023 22:30 WIB
$detail['images_title']
Bintang Emon alami salah urat. (foto: Instagram/@bintangemon)

KOMEDIAN Bintang Emon baru-baru ini mengalami salah urat leher. Kondisi tersebut membuatnya harus bermalam di rumah sakit, lantaran penyakit leher dinilai cukup parah.

Bintang Emon mengaku sangat kesakitan di bagian leher usai melakukan self cracking atau kretekan.

"Jadi semuanya ada di situ semuanya tapi gue kesakitan di situ iye kan gara-gara dikretekin malamnya, mungkin ya, cuma semua enggak ada yang peduli," kata Bintang Emon melalui sebuah video di akun instagram pribadinya, Rabu (11/1/2023).

 bintang emon

Setelah itu Bintang merasa tidak mempunyai energi sedikitpun karena menahan sakit. Ia pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Ketika diperiksa oleh dokter, ternyata pihak medis membenarkan kalau leher dari pria kelahiran 5 Mei 1996 mengalami gangguan. Hal itu membuat Bintang Emon terpaksa di rawat dirumah sakit, lantaran kondisinya begitu lemah dan harus dipasangi infus.

Berkaca pada kejadian Bintang Emon, membuat retakan atau kretek bagian tubuh terutama leher memang sering dilakukan banyak orang. Selain dinilai dapat mengurangi rasa lelah dan kaku juga membuat tubuh menjadi semakin enteng.

Follow Berita Okezone di Google News

Namun ternyata tindakan itu tidak boleh dilakukan sendiri dan terus menerus. Dikutip dari Se-Orthoself cracking atau meretakkan tubuh di bagian leher merupakan tindakan melepaskan gas atau cairan dari persendian yang mengeliling leher.

Tindakan itu akan membuat Anda merasa lebih baik sementara, namun tidak mengurangi masalah mendasar. Jika dilakukan secara terus menerus, tekanan akan terus menumpuk di persendian.

 kretek leher

Ini akan menyebabkan ligamen di sekitar meregang ke tingkat yang tidka stabil dan tulang rawan di tulang belakang menjadi rusak. Tentu saja kondisi akan memberikan dampak buruk pada tubuh dan menyebabkan terjadiya osteoartritis yang serius, tidak dapat sembuh, dan menyakitkan.

Beberapa penelitian telah menemukan sesuatu yang bahkan lebih menakutkan. Orang di bawah 60 tahun yang berulang kali mematahkan lehernya terbukti lebih mungkin terkena stroke daripada mereka yang tidak melakukannya. Itu karena retakan dapat menyebabkan gumpalan darah yang membuat otak kekurangan oksigen.

1
2