Share

Mainan Viral Lato-lato Makan Korban, Kenali Bahayanya hingga Dicekal AS!

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 11 Januari 2023 13:07 WIB
$detail['images_title']
Lato-lato memakan korban. (foto: Istimewa)

LATO-LATO kembali menjadi perbincangan. Bukan karena permainannya yang viral dan dimainkan di mana-mana oleh semua kalangan. Tetapi karena sudah memakan "korban."

Seorang anak Sekolah Dasar (SD) di Kalimantan Barat dikabarkan terluka akibat lato-lato yang ia mainkan pecah hingga mengenai mata. Ia akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

 korban lato-lato

Tak hanya bocah SD itu saja, anak pasangan Asshanty dan Anang Hermansyah, Arsy Hermansyah juga menderita lebam usai memainkan lato-lato. Ini terlihat dari unggahan Atta Halilintar di Instagramnya.

“Ini (lebam) gara-gara lato-lato?,” tanya Atta di akun Instagramnya.

“Iya, Arsy main lato-lato,” jawab Arsy.

 korban lato-lato

Lato-lato sebetulnya bukanlah permainan baru, karena sudah ada dan populer sejak tahun 1960-an. Saat memainkan permainan ini, kedua pendulum akan saling memantul dan menimbulkan suara “klak” keras. Permainan ini, bertujuan untuk membuat bola saling beradu dengan suara sekeras mungkin dan secepat mungkin.

Di balik suara keras dan menyenangkan ketika bermain, ada hal-hal yang perlu orang tua perhatikan sebelum memberikan mainan latto-latto untuk anak.

Follow Berita Okezone di Google News

Bagi anak-anak, bermain lato-lato mungkin sangat menyenangkan, terutama saat anak berhasil membenturkan kedua bola tersebut hingga menghasilkan suara keras.

Namun, semakin keras benturannya, semakin tinggi risiko kedua bola tersebut pecah dan berserakan. Sayangnya, anak-anak terkadang memainkan permainan ini terlalu dekat dengan wajah.

Imbasnya, ketika bola tersebut pecah, bukan tidak mungkin pecahan materialnya akan masuk dan mengenai mata, sehingga meningkatkan risiko kebutaan.

korban lato-lato

Bahkan, sebelum berbahan plastik seperti sekarang ini, lato-lato pada tahun 1960 hingga 1970 terbuat dari bahan kaca.

Saat itu, pernah terjadi insiden yang membuat empat orang terluka di Amerika Serikat. Akhirnya, produsen kemudian menarik produk tersebut dan mengubah materialnya menjadi plastik.

Namun, perubahan tersebut tetap tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, material plastik cenderung lebih mudah pecah daripada kaca. Meski begitu, setidaknya bahan plastik tidak berserakan separah material kaca saat pecah.

Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat akhirnya secara resmi melarang mainan latto-latto beredar dan dimainkan pasca empat orang warga negaranya mengalami cedera akibat permainan ini.

Jadi, sebaiknya orang tua mempertimbangkan dengan baik manfaat dan risikonya sebelum memberikan permainan ini pada anak-anak.

Masih banyak permainan lain yang lebih aman untuk anak-anak. Namun, apa pun bentuk permainannya, sebaiknya orang tua tetap mengawasi dan mendampingi anak.

1
3