Share

Radang Sendi Rahang Bisa Dipicu Operasi Plastik?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 10 Januari 2023 15:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi, (Foto: Freepik)

SAKIT pada sendi selama ini lebih identik dengan sendi di bagian kaki, misalnya pergelangan kaki atau lutut.

Padahal, peradangan pada sendi juga bisa terjadi di bagian rahang loh! Peradangan sendi rahang atau nama medisnya, gangguan sendi temporomandibular atau TMJ. Mengutip Cleveland Clinic, gangguan sendi temporomandibular adalah kondisi yang memengaruhi sendi rahang serta otot dan ligamen di sekitarnya.

Penyebabnya bisa karena trauma, gigitan yang tidak tepat, atau radang sendi. Peradangan sendi rahang, sejatinya bisa dialami oleh siapapun, termasuk seseorang yang mengalami trauma di rahangnya. Saat seseorang mengalami radang sendi radang, umumnya bisa mengalami gejala berupa nyeri atau melemahnya fungsi rahang, sakit pada satu atau kedua sisi temporomandibular, lalu timbul rasa sakit di dalam atau sekitar telinga.

TMJ atau radang sendi rahang ini sendiri punya beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Misalnya, karena artritis seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthriti, ada cedera rahang, terdapat kondisi kronik kebiasaan mengadu gigi dan penyakit jaringan ikat tertentu yang menyebabkan masalah yang memengaruhi sendi temporomandibular.

Bagaimana dengan operasi plastik di bagian rahang? Apakah ini bisa jadi salah satu pemicu, karena bisa terjadinya komplikasi operasi plastik? Dalam studi penelitian yang hasilnya tertulis dalam jurnal yang dipublikasikan dalam Science Direct, disebutkan bahwa pembedahan ortognatik atau operasi plastik rahang memang bisa menyebabkan gangguan sendi temporomandibular alias peradangan sendi rahang.

Follow Berita Okezone di Google News

Studi kohort retrospektif yang dilakukan pada 630 pasien yang menjalani operasi rahang, menunjukkan 10 dari 630 pasien itu harus menjalani operasi artroskopi TMJ tambahan. Hanya 4 per 10 dari pasien yang sukses setelah operasi TMJ.

"Satu pasien bahkan membutuhkan beberapa operasi TMJ tambahan agar pasien tidak merasa sakit di rahang, termasuk agar bisa membuka mulutnya,” bunyi laporan studi.

Sementara, 5 orang dari 630 pasien membutuhkan lebih banyak perawatan medis lanjutan pasca operasi rahang. Meski tak sampai memerlukan operasi TMJ.

Perlu diketahui, penyebab pasti gangguan TMJ sering kali sulit ditentukan. Mengutip laporan Mayo Clinic, rasa sakit yang pada sendi rahang bisa karena kombinasi berbagai faktor, seperti genetika, artritis, atau cedera rahang.

"Beberapa orang mengalami nyeri rahang karena kebiasaan mengadu gigi atas dengan gigi bawah (bruxism), meskipun banyak orang yang punya kebiasaan itu tidak menyebabkan gangguan TMJ," ungkap laporan tersebut.

Pada banyak kasus, rasa nyeri akibat gangguan pada sendi rahang ini biasanya bersifat sementara dan bisa dikurangi dengan menjalani terapi tertentu sebagai pengobatan, dan tidak membutuhkan tindakan bedah. Tindakan Pembedahan biasanya dipilih, jika tindakan konservatif tidak memperlihatkan perbaikan kondisi, demikian sebagaimana dihimpun dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, Selasa (10/1/2023). 

1
2