Share

Kenali Bahaya Lato-lato hingga Dicekal di Amerika sejak Tahun 70-an

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Selasa 10 Januari 2023 13:52 WIB
$detail['images_title']
Lato-lato dicekal di Amerika Serikat. (foto: Shutterstock)

PERMAINAN lato-lato belakangan ini kembali viral di Indonesia. Tidak hanya anak-anak, permainan ini juga cukup tinggi peminatnya di kalangan orang dewasa.

Lato-lato adalah mainan berupa pendulum yang memiliki dua buah bola pemberat dengan ukuran sama. Kedua bola pemberat tersebut terikat seutas tali dengan cincin pada bagian atasnya.

Lato-lato

Saat kamu memainkan permainan ini, kedua pendulum ini akan saling memantul dan menimbulkan suara “klak” keras. Permainan ini sebenarnya memiliki tujuan utama untuk membuat bola saling beradu dengan suara sekeras mungkin dan secepat mungkin.

Salah satu manfaat bermain lato-lato pada anak yakni dapat melatih fokus dan konsentrasi. Semakin lama ingin membuat bola tetap bergerak seimbang dan lama, semakin tinggi fokus dan konsentrasi yang diperlukan.

Selain itu, mainan ini juga mampu membantu melatih gerak motorik dan koordinasi anak. Memang benar, kedua hal ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Namun, di balik suara keras dan menyenangkan ketika bermain, ada hal-hal yang perlu orang tua perhatikan sebelum memberikan mainan latto-latto untuk anak.

Bagi anak-anak, bermain lato-lato mungkin sangat menyenangkan, terutama saat anak berhasil membenturkan kedua bola tersebut hingga menghasilkan suara keras.

Namun, semakin keras benturannya, semakin tinggi risiko kedua bola tersebut pecah dan berserakan. Sayangnya, anak-anak terkadang memainkan permainan ini terlalu dekat dengan wajah.

Follow Berita Okezone di Google News

Imbasnya, ketika bola tersebut pecah, bukan tidak mungkin pecahan materialnya akan masuk dan mengenai mata, sehingga meningkatkan risiko kebutaan.

Bahkan, sebelum berbahan plastik seperti sekarang ini, lato-lato pada tahun 1960 hingga 1970 terbuat dari bahan kaca.

Lato-lato

Saat itu, pernah terjadi insiden yang membuat empat orang terluka di Amerika Serikat. Akhirnya, produsen kemudian menarik produk tersebut dan mengubah materialnya menjadi plastik.

Namun, perubahan tersebut tetap tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, material plastik cenderung lebih mudah pecah daripada kaca. Meski begitu, setidaknya bahan plastik tidak berserakan separah material kaca saat pecah.

Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat akhirnya secara resmi melarang mainan latto-latto beredar dan dimainkan pasca empat orang warga negaranya mengalami cedera akibat permainan ini.

Namun, ternyata bukan hanya Amerika yang melarang permainan tersebut. Permainan ini juga tidak boleh di Mesir pada tahun 2017, meski sebenarnya permainan pendulum ini sedang begitu populer di negara tersebut.

Alasannya mungkin terdengar sangat aneh, yaitu permainan tersebut dianggap melecehkan Abdel Fattah al-Sisi, Presiden Mesir kala itu.

Sebab, clacker balls saat itu bernama “Sisi’s balls” yang merujuk pada bagian privasi dari sang presiden. Sejak saat itu, negara menganggap permainan ini menyinggung pemerintah setempat.

Jadi, sebaiknya orang tua mempertimbangkan dengan baik manfaat dan risikonya sebelum memberikan permainan ini pada anak-anak.

Masih banyak permainan lain yang lebih aman untuk anak-anak. Namun, apa pun bentuk permainannya, sebaiknya orang tua tetap mengawasi dan mendampingi anak.

1
3