Share

Mahasiswa yang Hobi Menunda Tugas Bisa Depresi Hingga Miskin?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 09 Januari 2023 17:04 WIB
$detail['images_title']
Stres akibat menunda tugas (Foto: Glamour)

WADUH, ada kabar buruk bagi para mahasiswa di universitas. Mereka harus mampu mengatur dirinya sendiri termasuk dalam mengerjakan tugas, jika suka menunda-nunda tugas bisa berbahaya.

Para peneliti memilih peserta yang berpartisipasi, dengan menggunakan data dari studi Sustainable University Life, yang melacak mahasiswa universitas Swedia selama satu tahun melalui survei online. Studi terbaru ini memilih berbagai peserta dari berbagai disiplin ilmu.

stres

Selanjutnya, para mahasiswa disurvei pada tiga titik waktu yang berbeda, termasuk pada tanda sembilan bulan, yang mewakili periode satu tahun ajaran penuh. Well, dalam penelitian yang diterbitkan 4 Januari 2023, para analis menemukan bahwa (meski lemah) ada hubungan antara penundaan dan kesehatan mental, fisik, dan keuangan yang buruk.

Merujuk pada hasil studi, para peneliti mengimbau para mahasiswa jangan lagi kebiasaan mengerjakan tugas-tugasnya di menit-menit terakhir karena kebiasaan menunda-nunda tugas.

“Mengingat penundaan itu lazim di kalangan mahasiswa, temuan ini mungkin penting untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan mahasiswa,” tulis para penulis.

Pasalnya, kebiasaan buruk banyak orang satu ini ternyata berakibat buruk bagi kesehatan hingga finansialnya di masa depan.

Menurut penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal American Medical Association, orang dengan kebiasaan suka menunda-nunda untuk mengerjakan tugasnya atau istilahnya disebut procrastinators berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan.

Follow Berita Okezone di Google News

Melansir New York Post, para peneliti dalam studi di atas menemukan bahwa mahasiswa berisiko mengalami depresi, kesehatan yang buruk, sakit fisik dan kesulitan ekonomi karena kebiasaan mengerjakan tugas di menit-menit terakhir sebab suka menunda-nunda mengerjakan tugasnya.

Studi ini sendiri dilakukan dengan melibatkan 3.525 orang mahasiswa Swedia, ribuan mahasiswa tersebut dianalisis pada tiga titik waktu yang berbeda untuk menilai apakah kebiasaan melakukan penundaan punya hubungan hasil kesehatan yang lebih buruk pada sembilan bulan kemudian. Mengingat, kebiasan menunggu hingga menit terakhir untuk menyelesaikan tugas disebutkan sebagai bentuk dari epidemi pendidikan terutama di kalangan mahasiswa.

Para penulis menggambarkan penundaan ini sebagai suatu bentuk kegagalan pengaturan diri yang terkait dengan ciri-ciri kepribadian seperti impulsif, mudah teralihkan, dan kesadaran rendah, dan bahkan memiliki kemampuan untuk memengaruhi kesuksesan akademik.

1
2