Share

Kenali Jenis dan Risiko Aritmia Jantung, Kondisi yang Diidap Putri Raja Thailand

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 10 Januari 2023 07:00 WIB
$detail['images_title']
Putri Bajrakitiyabha, (Foto: Reuters)

Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati, anak sulung Raja Thailand, Raja Maha Vajiralongkorn, diketahui tengah dirawat di rumah sakit dan sudah tak sadarkan diri. 

Sakitnya sang putri disebabkan karena ada masalah pada organ jantung, hingga berita ini dilansir, Putri Bajrakitiyabha diberitakan sudah tak sadarkan diri selama tiga minggu lamanya.

Mengutip dari The Straits Times, sang putri disebut mengalami gangguan irama jantung, yang disebut aritmia jantung, disebabkan oleh peradangan usai Putri Bajrakitiyabha terserang infeksi mycoplasma.

Mungkin masih banyak yang tak terlalu familiar dengan gangguan kesehatan satu ini. Organ jantung, normalnya berdetak dengan ritme yang teratur untuk memasok jantung, paru-paru, dan jaringan tubuh lainnya dengan suplai darah dan oksigen yang stabil, dan bisa diprediksi.

Nah, ketika detak jantung ini berdebar tidak teratur inilah yang dikenal sebagai aritmia, atau disritmia, mengutip Healthline, Selasa (10/1/2023) yang sudah ditinjau secara medis oleh Debra Sullivan, Ph.D., MSN.

Banyak orang hidup setiap hari dengan aritmia, namun beberapa di antaranya tak menyadarinya sebab kondisi satu ini tak selalu menimbulkan gejala. Secara medis, aritmia jantung terbagi dalam banyak jenisnya, yakni;

1. Bradikardia, detak yang lebih lambat dari detak jantung normal

2. Takikardia, merupakan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya

Follow Berita Okezone di Google News

3. Fibrilasi atrium, disebabkan oleh sinyal listrik di jantung. Memicu detak jantung tidak teratur dan menyebabkan atrium berkontraksi lebih cepat dan lebih sering daripada kontraksi ventrikel

4. Fibrilasi ventrikel, karena adanya kontraksi ventrikel yang sangat cepat

5. Kontraksi prematur, ketika jantung punya detak ekstra awal yang membuat ritme tidak teratur

6. Atrial flutter, kondisi ketika atrium jantung berdetak terlalu cepat.

 BACA JUGA:Alasan Ibu Hamil Suka Mual-Mual dan Muntah, Bisa Kurangi Risiko Keguguran

BACA JUGA:Seks saat Hamil Sebabkan Bayi Lahir Prematur? Ini Faktanya!

Aritimia jantung memang bisa terjadi pada siapa pun, namun ada beberapa faktor tertentu yang membuat orang lebih berisiko terkena aritmia jantung.

Contohnya, orang yang memiliki riwayat kondisi jantung sebelumnya, karena beberapa kondisi jantung mengubah cara kerja jantung, dan seiring waktu hal ini bisa menyebabkan jantung mengubah detak atau kecepatannya.

Beberapa faktor risiko lainnya meliputi seperti orang dengan penyakit jantung koroner, pernah kena serangan jantung atau gagal jantung, endokarditis (peradangan pada otot jantung) umumnya orang dengan kondisi ini sering mengalami fibrilasi atrium, pengidap penyakit katup jantung dan punya kelainan jantung bawaan, usia, jenis kelamin, dan gaya hidup hingga orang-orang yang pernah menjalani operasi jantung.

1
3