Share

Tingkatkan Sistem Kesehatan Masyarakat, Menkes Genjot Inovasi Bioteknologi Genome Sequencing

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 05 Januari 2023 19:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi, (Foto: Freepik)

SETIAP negara pasti berkeinginan untuk memiliki sistem pelayanan kesehatan dengan berkualitas, tak terkecuali Indonesia.

Dalam upaya untuk mewujudkan impian tersebut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan Indonesia sudah memiliki inovasi berupa Bioteknologi dalam transformasi untuk peningkatan layanan kesehatan, lewat Biomedical dan Genome Sience Initiative (BGSi).

Disebut Menkes Budi, BGSi tersebut dibuat dengan formula berdasarkan dengan keanekaragaman Indonesia dan target untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di setiap daerah.

Program BGSi ini termasuk bagian dari pilar keenam transformasi kesehatan bidang teknologi kesehatan. Lewat metode genome sequencing bisa melihat secara benar-benar rinci, yang ada di tubuh manusia, terutama terkait kondisi kesehatan seperti apa.

"Teknologi kesehatan yang merubah industri kesehatan, kalau dulu pasien sakitnya dikasih panas dikasih obat Pana*** salah satunya suku Jawa. Nah suku Makassar yang pola makannya berbeda, akan mendapatkan obat beda untuk bisa lebih tepat menyembuhkan penyakit,” ujar Menkes Budi dalam Konferensi Pers Kinerja Kementerian Kesehatan tahun 2022 yang digelar daring, Kamis (5/1/2023)

Follow Berita Okezone di Google News

“Teknologi bioteknologi ini, merupakan basis dari satu konsep pengobatan agar tepat sasaran," tegasnya lagi.

Masyarakat Indonesia, dikatakan Menkes membutuhkan treatment yang sangat spesifik berdasarkan kondisi genetik.

“Selanjutnya karena memang ada perkembangan teknologi di bidang hidrolik, dan sekarang Indonesia sudah ada. Pada 17 Agustus lalu sudah diluncurkan biomedical BGSi, selain data klinis yang diperiksa oleh dokter, diambil juga data genomik genetiknya, kedua jenis data ini nanti akan diintegrasikan oleh bioinformatic," terang Menkes panjang lebar.

Dengan metode ini, manfaatnya masyarakat bisa mengetahui treatment atau pengobatan tepat apa yang akan diambil. Sebab, genome sequencing bisa melihat secara benar-benar detail yang ada di tubuh manusia, terutama terkait kondisi kesehatan. Sehingga menghasilkan diagnosanya dan treatment pasti, sesuai masing-masing penyakit.

Senada dengan Menkes, , Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti menambahkan jika sistem kesehatan genom atau BGSi yang berbasis penelitian tersebut bukan hanya soal diagnosa dan pengobatan penyakit, tapi juga bisa memastikan dan mendeteksi dini, sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit yang tepat bagi pasien.

“BGSi adalah penelitian yang bertujuan untuk memastikan dan mendeteksi dini terkait penyakit dan pengobatan apa yang cocok untuk pasien. Banyak orang yang resisten terhadap sakit yang dialami, sehingga membutuhkan kepastian pemeriksaan berupa penelitian ini, “ papar Lies.

Sebagai langkah awal, sistem genome sequencing difokuskan pada penyakit -penyakit yang berbiaya mahal dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, seperti kanker, jantung diabetes, ginjal. Selanjutnya, ke depannya direncakana akan juga bisa mendeteksi varian dari penyakit -penyakit menular seperti Covid-19, hepatitis, cacar monyet dan sebagainya.

 BACA JUGA:Menkes Tegaskan Vaksin Pfizer Covid-19 untuk Anak akan Gratis

BACA JUGA:Menkes Rencanakan Tes Swab Covid-19 akan Bisa di Apotek

1
3