Share

Bakti Tiko Merawat Sang Ibu yang Alami Gangguan Jiwa

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis · Kamis 05 Januari 2023 15:37 WIB
$detail['images_title']
Catatan Redaksi Okezone (Foto: dok)

Nama Tiko tengah viral karena merawat sang ibu bernama Eny seorang diri pasca-ditinggal oleh suaminya. Mirisnya, mereka harus tinggal di sebuah rumah mewah yang tidak memiliki listrik dan air bersih.

Bukan hanya satu tahun mereka tinggal, namun lebih dari 11 tahun keduanya hidup tanpa listrik dan air bersih. Lebih mirisnya lagi, kondisi Sang Ibu yang memiliki gangguan kejiwaan.

"Ibu mengalami depresi setelah ditinggal bapak," tutur Tiko saat diwawancari dalam salah satu konten Youtube belum lama ini.

Tiko bahkan sempat menolak uluran tangan warga yang meminta agar Ibu Eny dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Setelah dibujuk dengan berbagai cara, Tiko pun memperbolehkan sang Ibu dirawat di rumah sakit.

Bahkan dalam salah satu obrolan di vlog lainnya, Tiko mengatakan bahwa penyakit kejiwaan sang ibu sangat kecil kemungkinan untuk bisa sembuh. Dengan demikian, Tiko akan mengambil pilihan tetap merawat sang ibu ke depannya di rumah sembari menunggu keajaiban bisa terjadi.

Merawat keluarga yang memiliki gangguan jiwa memang tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran ekstra saat memberikan perhatian kepada sang pasien.

Dalam jurnal Ilmu Kesehatan Volume 5 No.1 November 2016 yang berjudul "ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN JIWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL ADAPTASI STRES STUART oleh Fajar Rinawati, Moh Alimansur", disebutkan bahwa trauma yang dialami seseorang dapat dengan mudah memicu gangguan kejiwaan.

Pengalaman tidak menyenangkan seperti penganiaya seksual, aniaya fisik, dikucilkan oleh masyarakat, konflik dengan teman atau Keluarga dapat menimbulkan mekanisme koping maladaptif.

Konflik yang tidak terselesaikan dengan teman atau keluarga akan memicu klien mengalami stresor yang berlebihan. Jika klien yang mengalami stresor berlebihan namun mekanisme kopingnya buruk, maka akan membuat klien mengalami gangguan jiwa.

Follow Berita Okezone di Google News

Kasus yang dialami Ibu Eny merupakan satu dari ribuan kasus lainnya yang terjadi di Jakarta. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Dr.Celestinus Eigya Munthe menjelaskan, prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekira 1 dari 5 penduduk atau sekira 20% dari populasi di Indonesia.

“Ini masalah yang sangat tinggi karena 20% dari 250 juta jiwa secara keseluruhan potensial mengalami masalah kesehatan jiwa,” tuturnya.

Oleh karena itu, kesehatan mental bukan lagi sebuah penyakit yang sepele. Kesadaran untuk mengobati diri adalah tindakan yang bijak agar sembuh dari depresi berlebihan dan menimbulkan penyakit jiwa.

Dengan keterbukaan informasi, tidak perlu lagi kepada seseorang yang mengalami kecemasan berlebihan untuk segera menemui para dokter ahli. Ini dilakukan agar penyakit kejiwaan tidak terus menumpuk sehingga susah disembuhkan, dan jangan tabu untuk datang ke psikiater.

1
2