Share

Aliran Sesat di Gowa Diduga Hanya Boleh Minum Selama 40 Hari, Berbahayakah untuk Kesehatan?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 04 Januari 2023 11:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi bahaya tidak makan selama 40 hari. (foto: Istimewa)

YAYASAN Nur Mutiara Makrifatullah di Kampung Butta Ejaya, Kelurahan Romang Lompoa, Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan, diduga mengajarkan aliran Bab Kesucian yang dinilai sesat.

Menurut informasi yang beredar, aliran Bab Kesucian di Gowa ini diduga memaksa penganutnya yang notabene masih remaja untuk 40 hari cuma minum air putih tanpa makanan. Mereka juga diduga dilarang makan daging, ikan, dan minum susu.

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, jika pun benar, puasa tanpa makan dan hanya minum selama 40 hari akan berdampak pada kesehatan tubuh seseorang.

"Ketika asupan makanan dibatasi secara ekstrem dan dalam waktu yang lama, itu bisa sebabkan kematian," terang laporan Healthline, dikutip MNC Portal, Rabu (4/1/2023).

Kematian terjadi secara perlahan. Artinya, pengurangan massa tubuh akan terjadi di awal, lalu fungsi sistem kekebalan akan rusak, kondisi pencernaan terganggu, hingga sebabkan kanker.

Secara lebih detail, berikut proses yang akan terjadi ketika tubuh tidak menerima asupan nutrisi dari makanan.

1. Hari pertama

Glukosa yang disimpan tubuh akan habis dan tubuh mulai mengubah glikogen dari hati dan otot menjadi glukosa untuk bertahan hidup.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Hari kedua

Glukosa dan glikogen habis. Tubuh akan mulai memecah jaringan otot untuk menyediakan energi.

"Namun, tubuh secara otomatis akan masuk ke mode 'hemat otot', bukan memecahnya. Jadi, di fase ini akan memberi energi sementara," terang laporan kesehatan itu.

Agar otot tidak hancur berlebihan, tubuh mulai mengandalkan simpanan lemak untuk membuat keton sebagai energi, proses ini dikenal dengan sebutan ketosis.

3. Hari kelima

Seseorang mungkin kehilangan 1 hingga 2 kilogram berat badan setiap harinya. Penurunan massa tubuh berkaitan dengan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.

1
2