Share

Viral Perempuan Menopause Dini di Usia 20-an Tahun, Apa Masih Bisa Hamil?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 03 Januari 2023 08:52 WIB
$detail['images_title']
Menopause dini (Foto: Youtube)

USIA belasan hingga 20-an, adalah masa subur reproduksi seorang wanita. Namun tidak bagi perempuan-perempuan ini.

Usia mereka tak lebih dari 25 tahun. Namun perempuan-perempuan itu sudah harus menghadapi diagnosis menopause dini yang ditujukan kepadanya. Ternyata kondisi menopause dini merupakan kondisi yang berbahaya. Tak hanya sekedar berhenti haid di usia muda saja.

 menopause

Dikutip dari BBC, tahun 2013, seorang konsultan kesehatan menyampaikan kepada Emma Delaney bahwa ia memperlihatkan gejala menopause. Padahal saat itu usianya masih 25 tahun.

Informasi itu bak petir di siang bolong bagi Emma. Meski ia sudah merasakan gejala yang disebutkan itu. Seperti tidak datang bulan sejak ia tak mengonsumsi pil KB. Dan kemungkinan haidnya benar-benar tak akan datang lagi.

Dengan demikian berarti sangat tidak mungkin bagi Emma untuk merasakan kehamilan yang alami.

Emma adalah satu dari beberapa perempuan lain yang memiliki kondisi serupa. Yaitu Primari Ovarian Inssufficiency (POI) atau kondisi seorang wanita sudah menopause sebelum usia 40 tahun.

Saat ini 1 dari 100 wanita di Inggris mengalami kondisi POI. Karena sudah banyak mengalaminya, banyak yang menganggap ini kondisi umum, sehingga dianggap tidak menjadi masalah serius.

Padahal dampaknya cukup serius bagi tubuh dan psikis wanita menopause dini. Soe-Myat Noe, perempuan usia 23 tahun ini misalnya.

 BACA JUGA:Alasan Ibu Hamil Suka Mual-Mual dan Muntah, Bisa Kurangi Risiko Keguguran

Ia mengalami menopause dini usai menjalani perawatan kanker. Gejala yang ia rasakan seperti suara berdenging di telinga, kecemasan, dan kelelahan yang luar bisa serta datang dengan tiba-tiba.

Follow Berita Okezone di Google News

Kondisi ini membuatnya tidak "nyambung" dengan teman-temannya terutama saat membicarakan masalah menstruasi ataupun masa subur. Saat wanita seumurannya sibuk memikirkan efek IUD dan pil KB, ia malah bingung tak bisa menstruasi.

"Semua yang terjadi pada saya, lebih banyak terjadi pada perempuan yang jauh lebih tua... Saya merasa seperti telah kehilangan sebagian besar kehidupan saya," ungkapnya dikutip dari BC.

Konsekuensi lain yang harus dialami penderita POI adalah kesakitan saat berhubungan seks dan hilangnya libido. Tentu saja akan berpengaruh pada kehidupan asmara.

Padahal remaja seusia itu biasanya tengah menggebu-gebu dalam hubungan asmara. Belum diketahui penyebab dari kondisi POI. Yang lebih menyakitkan lagi, perempuan dengan POI akan terus merasakan gejala menopause ini hingga berusia 50-an tahun.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.