Share

Varian Covid-19 Apa yang Berpotensi Dominasi Kasus di Indonesia

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 02 Januari 2023 15:18 WIB
$detail['images_title']
Pandemi Covid-19 (Foto: Futura science)

SAMPAI saat ini situasi pandemi Covid-19 di Indonesia dinilai pemerintah cukup terkendali hingga saat ini. Hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh daerah, dengan pengumuman dari Presiden Jokowi pada 30 Desember 2022.

Namun meski PPKM telah dicabut, masyarakat patut mengingat bahwasanya pandemi Covid-19 masih berlangsung. Terlebih saat ini sudah ada mutasi varian baru Covid-19, seperti BF.7 yang masuk di Indonesia.

 varian Covid-19

Lantas varian apa yang berpeluang mendominasi kasus di Indonesia?

Ahli kesehatan Prof Zubairi Djoerban mengungkap situasi Covid-19 di Cina tengah didominasi varian BF.7 dan BA.5.2. Kedua varian tersebut, disebut mendominasi sekitar 80 persen berpeluang masuk ke Indonesia.

"Varian apa yang berpeluang mendominasi atau muncul? Saat ini yang paling banyak ada di China adalah BA.5.2 dan BF. 7 kombinasinya,” jelas Prof Zubairi saat diwawancaral, baru-baru ini.

"Varian BA.5.2 dan BF. 7 ini lebih dari 80 persen virus yang beredar di Cina," tambahnya.

 BACA JUGA:Varian Apa yang Berpotensi Dominasi Kasus Covid-19 di Indonesia? Ini Kata Ahli Kesehatan

Lebih lanjut, ia mengatakan negara lain seperti Amerika pun juga sedang dihadapi varian PQ.1, XBB dan BQ.1 yang telah mendominasi. Ia mengungkapkan, di Amerika sendiri pada bulan Desember varian yang terbanyak adalah varian BQ.1 dan kemudian PQ.1 dan XB.

Follow Berita Okezone di Google News

“Sehingga ada tiga varian terbanyak yang beredar di Amerika sekali lagi," imbuhnya.

Melihat kondisi pandemi di dua negara besar di dunia tersebut, Prof. Zubairi menilai hal tersebut patut menjadi perhatian. Menurutnya, varian yang mendominasi China saat ini lebih berpeluang masuk dan mendominasi di Indonesia, karena varian BF.7 yang tengah mendominasi di China, sudah masuk ke Indonesia, yang saat ini diungkap Kementerian Kesehatan sudah terdeteksi sebanyak 15 kasus.

1
2